ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Update Kebakaran Taman Sari: 180 Rumah Hangus, Ribuan Orang Mengungsi

Senin, 29 September 2025 | 22:30 WIB
AT
SL
Penulis: Andrew Tito | Editor: LES
Pemandangan dari udara usai kebakaran di Taman Sari, Jakarta Barat.
Pemandangan dari udara usai kebakaran di Taman Sari, Jakarta Barat. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Jakarta, Beritasatu.com —  Kebakaran hebat kembali melanda kawasan padat penduduk di Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 180 rumah di Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat hangus terbakar pada Minggu (28/9/2025). Ribuan warga terpaksa mengungsi dan meninggalkan puing-puing bangunan.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa angka terbaru ini merupakan hasil pendataan lanjutan tim di lapangan pada Senin (29/9/2025) sore.

“Dari kaji cepat yang dilakukan tim BPBD, ada 180 rumah terdampak kebakaran. Data ini lebih akurat dibanding estimasi awal,” ujar Yohan.

ADVERTISEMENT

Awalnya, pihak BPBD memperkirakan sekitar 400 rumah terbakar, tetapi lokasi yang masih berasap dan sulit dijangkau membuat pencatatan detail baru dapat dilakukan sehari setelahnya. Kebakaran melanda area seluas 10.046 meter persegi, mencakup sembilan RT dan dua RW, dengan 321 kepala keluarga atau 1.256 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Sebagian pengungsi ditampung di Kantor Kelurahan Tangki sebanyak 176 orang, sementara 50 jiwa lainnya berada di Masjid Al-Muhajirin, dekat kawasan terdampak. Meski melalap ratusan rumah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 28,4 miliar.

Hingga Senin sore, kawasan masih mengepulkan asap putih. Warga bersama petugas terus melakukan pendinginan puing-puing untuk mencegah kebakaran kembali, terutama saat cuaca panas. Warga terlihat menyiram sisa kayu dan papan dengan ember berisi air serta merobohkan dinding rapuh demi mencegah risiko ambruk.

Kebakaran permukiman padat seperti di Taman Sari sering terjadi di Jakarta, terutama di kawasan semi permanen, akibat korsleting listrik, kompor gas, atau kelalaian rumah tangga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menggagas program relokasi warga rawan kebakaran, tetapi masih menghadapi kendala anggaran dan resistensi warga.

Para korban kini fokus pada tempat berteduh sementara, berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan darurat, termasuk logistik, pakaian, dan jaminan tempat tinggal.

“Yang penting sekarang kami ada tempat berteduh dulu. Setelah itu baru mikir bagaimana membangun lagi,” kata salah satu warga.

BPBD DKI Jakarta memastikan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dalam beberapa hari ke depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Minibus Pengangkut BBM Terbakar, Jalan Kembangan Ditutup

Minibus Pengangkut BBM Terbakar, Jalan Kembangan Ditutup

JAKARTA
Kebakaran Hanguskan 2 Bangunan Bengkel Las di Jelambar Sakti

Kebakaran Hanguskan 2 Bangunan Bengkel Las di Jelambar Sakti

JAKARTA
2 Rumah di Tegal Alur Terbakar pada Minggu Dini Hari

2 Rumah di Tegal Alur Terbakar pada Minggu Dini Hari

JAKARTA
Kebakaran Apartemen Mediterania Padam, Penghuni Kembali ke Unit

Kebakaran Apartemen Mediterania Padam, Penghuni Kembali ke Unit

JAKARTA
Alarm Diduga Mati Saat Kebakaran Terjadi di Apartemen Mediterania

Alarm Diduga Mati Saat Kebakaran Terjadi di Apartemen Mediterania

JAKARTA
Kebakaran Apartemen Mediterania, 20 Orang Dilarikan ke RS karena Sesak

Kebakaran Apartemen Mediterania, 20 Orang Dilarikan ke RS karena Sesak

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon