Alarm Diduga Mati Saat Kebakaran Terjadi di Apartemen Mediterania
Kamis, 30 April 2026 | 16:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dugaan tidak berfungsinya sistem keselamatan gedung mencuat dalam insiden kebakaran Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026). Seorang penghuni, Antonius (47), menyebut alarm kebakaran dan sistem sprinkler tidak aktif saat kejadian berlangsung.
Menurut Antonius, selama ini penghuni rutin mengikuti simulasi kebakaran yang melibatkan petugas pemadam kebakaran. Dalam setiap latihan, sistem alarm selalu berfungsi sebagai peringatan dini.
Namun, kondisi berbeda terjadi saat kebakaran sebenarnya. Ia mengaku tidak mendengar bunyi alarm maupun melihat sistem sprinkler bekerja.
“Selama simulasi kebakaran, alarm selalu berbunyi dan ada pemberitahuan yang jelas kepada penghuni. Namun, ketika kejadian nyata, justru tidak ada bunyi alarm maupun aktivitas sprinkler sama sekali,” ujar Antonius di lokasi.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memperparah situasi darurat. Tanpa adanya peringatan dini, banyak penghuni diduga tidak menyadari kebakaran hingga asap telah memenuhi area gedung.
Akibatnya, sejumlah penghuni disebut sempat terjebak di dalam unit maupun koridor saat berupaya menyelamatkan diri.
“Beberapa korban kemungkinan besar tidak mengetahui sedang terjadi kebakaran. Ketika mereka hendak keluar, koridor sudah dipenuhi asap tebal, sehingga menyulitkan proses evakuasi,” tuturnya.
Antonius mengaku baru menyadari adanya kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB, setelah melihat aktivitas penghuni lain yang panik serta mendengar sirene mobil pemadam kebakaran dan ambulans.
“Saya langsung berpikir ini kemungkinan kebakaran. Saya segera membangunkan istri, lalu mencoba keluar. Namun, saat pintu dibuka, koridor di lantai 28 sudah dipenuhi asap tebal,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah sistem alarm benar-benar tidak berfungsi saat kejadian. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami belum dapat memastikan apakah sistem alarm berfungsi saat kejadian. Namun, sekuriti dengan sigap menginformasikan peristiwa tersebut kepada petugas pemadam kebakaran sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” kata Twedi.
Polisi juga mengungkap sumber awal kebakaran diduga berasal dari panel listrik di area basement gedung, berdasarkan laporan awal petugas keamanan.
Meski demikian, api tidak sempat merambat ke unit hunian. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dengan cepat sehingga kerusakan tidak meluas.
Namun, asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran tersebut sempat menyebar ke berbagai lantai, memicu kepanikan dan gangguan pernapasan pada sejumlah penghuni.
“Tidak ada api yang langsung menyentuh unit hunian. Kami juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menggambarkan seolah-olah unit terbakar atau jendela hangus. Faktanya, tidak ada unit yang terdampak langsung oleh api,” tegas Twedi.
Insiden ini menjadi perhatian serius terkait keandalan sistem keselamatan gedung, seperti alarm kebakaran dan sprinkler, yang merupakan komponen vital dalam mitigasi risiko kebakaran di hunian vertikal.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus mengevaluasi sistem pengamanan di Apartemen Mediterania.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




