Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta hingga 3 Februari 2026
Rabu, 28 Januari 2026 | 09:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengingatkan warga yang tinggal di wilayah pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob hingga 3 Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji menyampaikan potensi banjir pesisir diperkirakan terjadi dalam rentang waktu 27 Januari hingga 3 Februari 2026.
“Imbauan ini disampaikan seiring adanya fenomena pasang maksimum air laut yang berpotensi memicu kenaikan muka air laut di wilayah pesisir,” ujar Isnawa dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, pasang maksimum dipengaruhi oleh fase bulan purnama yang bertepatan dengan kondisi perigee, yaitu saat posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Kombinasi fenomena tersebut dapat meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan.
“Puncak pasang air laut diperkirakan terjadi pada pukul 05.00 WIB hingga 11.00 WIB. Pada periode tersebut, risiko terjadinya banjir rob dinilai lebih tinggi, sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” lanjut Isnawa.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta kawasan Kepulauan Seribu.
Isnawa menjelaskan kondisi pasang tinggi diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Oleh karena itu, warga di kawasan pesisir diminta untuk mewaspadai perubahan cuaca dan dinamika air laut yang dapat berubah secara cepat.
Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diimbau menghindari aktivitas di wilayah pesisir yang berisiko terdampak banjir rob, terutama pada waktu puncak pasang. Warga juga disarankan memastikan sistem drainase di sekitar tempat tinggal tetap berfungsi dengan baik guna meminimalkan potensi genangan.
BPBD Jakarta juga mengajak masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah, seperti laman peringatan dini gelombang pasang, aplikasi JAKI untuk pelaporan genangan, serta situs pemantauan banjir guna memperoleh pembaruan informasi secara real time. Layanan darurat 112 juga disiapkan untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




