AHY Wanti-wanti Kerugian Rp 6.396 T Jika Giant Sea Wall Tertunda
Senin, 4 Mei 2026 | 15:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengingatkan potensi kerugian ekonomi besar jika pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa tidak segera direalisasikan.
Menurutnya, kawasan Pantura memiliki peran sangat strategis terhadap perekonomian nasional. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 27,53% atau setara US$ 368,37 miliar, sekitar Rp 6.396 triliun.
“Bukan hanya untuk Jawa, bukan hanya untuk Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, tapi kontribusinya terhadap PDB secara nasional ini juga signifikan,” ujar AHY di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, Pantura menjadi pusat aktivitas ekonomi dengan keberadaan lima pusat pertumbuhan industri, 70 kawasan industri, 28 kawasan peruntukan industri, serta lima kawasan ekonomi khusus (KEK).
Karena itu, pembangunan giant sea wall dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi kawasan tersebut dari berbagai ancaman lingkungan.
“Kita harus benar-benar melindungi agar jangan sampai terjadi disrupsi terhadap ekonomi dan yang lebih buruk adalah terjadinya korban jiwa, jika tidak ada langkah-langkah yang kita lakukan hari ini,” tegasnya.
AHY mengungkapkan, tanpa intervensi pemerintah, kondisi Pantura akan terus memburuk. Salah satu ancaman utama adalah penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang berkisar antara 1 hingga 20 sentimeter per tahun, dengan kondisi terparah terjadi di Jakarta dan Semarang.
Selain itu, kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global turut memperparah situasi. Kenaikan air laut diperkirakan mencapai 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun, yang meningkatkan risiko banjir rob dan kerusakan infrastruktur.
“Ini tekanan ganda. Terjadi kenaikan permukaan air laut yang terus mengintai banjir rob, menghancurkan properti, merusak rumah-rumah warga, dan berpotensi menimbulkan bencana yang lebih buruk dan fatal,” jelasnya.
AHY juga menyoroti proyeksi genangan air laut hingga 2050 yang diperkirakan semakin meluas jika tidak ada langkah konkret.
Di wilayah Pantura sendiri terdapat 20 kabupaten dan 5 kota dengan total sekitar 55 juta penduduk. Sekitar 26% di antaranya tinggal di kawasan pesisir yang sangat rentan terhadap dampak banjir rob dan penurunan tanah.
“Oleh karena itu, ini adalah urgensi yang kita harapkan dapat mendorong dan menggerakkan kita semua,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




