AHY: Giant Sea Wall Bisa Selamatkan Puluhan Juta Warga di Pantura
Selasa, 12 Mei 2026 | 23:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melaporkan perkembangan sejumlah program prioritas nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (12/5/2026). Salah satunya mengenai pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
AHY mengatakan, giant sea wall sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah (land subsidence) dan banjir rob yang semakin sering terjadi akibat kenaikan permukaan laut. Proyek tersebut diklaim dapat melindungi puluhan juta masyarakat yang hidup di wilayah Pantura dan menjaga aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.
“Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura, sekaligus juga ekonominya karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” kata AHY kepada wartawan seusai rapat terbatas dengan Prabowo.
Dalam rapat itu, AHY juga melaporkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. AHY menyebut pembangunan kembali infrastruktur dasar berjalan dengan baik, mulai dari jalan, jembatan, sanitasi, perumahan hingga irigasi.
“Berbagai fasilitas umum, termasuk untuk kesehatan, pendidikan, dan rumah-rumah ibadah, secara umum bisa diikuti progres yang baik, walaupun ada sejumlah isu yang juga masih menjadi tantangan di lapangan,” ujarnya.
Di sektor transportasi, AHY mengungkapkan Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap pengembangan jaringan kereta api nasional terutama jalur Trans Sumatra, Trans Kalimantan, serta pengembangan jaringan kereta di Sulawesi.
“Ini sebagai bentuk dari upaya memeratakan pembangunan di seluruh wilayah, karena kereta bukan hanya untuk masyarakat tapi juga untuk angkut logistik atau komoditas di sejumlah daerah,” imbuhnya.
Selain itu, rapat juga membahas evaluasi pasca kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. AHY mengatakan pemerintah menemukan sebanyak 76 perlintasan sebidang di Pulau Jawa dan sebagian Sumatra yang dinilai perlu segera diperbaiki.
Perbaikan tersebut mencakup pembangunan palang pintu kereta, flyover, maupun underpass di titik-titik rawan kecelakaan. Selain itu, pemerintah juga berencana menutup sejumlah perlintasan berisiko serta memperkuat sistem persinyalan dan modernisasi transportasi kereta api.
“Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” ujarnya.
Selanjutnya, AHY juga melaporkan pembangunan infrastruktur jalan daerah sesuai Inpres Jalan Daerah, serta pembangunan irigasi guna mendukung target ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
“Dalam rangka menyukseskan ketahanan dan swasembada pangan, ini terus kita kawal pembangunannya,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, AHY mengatakan Presiden Prabowo juga menyampaikan terkait semangat Gerakan Indonesia Asri yang diharapkan mampu mengatasi permasalah sampah dan meningkatkan potensi periwisata nasional.
"Diharapkan ini semua juga bisa meningkatkan potensi pariwisata, karena memang bisa dikatakan memajukan sektor pariwisata di Indonesia sebagai low hanging fruits, sesuatu yang lebih cepat bisa kita, bukan mudah, tapi lebih cepat bisa menghasilkan nilai ekonomi jika didukung dengan Indonesia yang asri dan juga konektivitas menuju ke destinasi pariwisata tersebut bisa lebih baik dan terbuka untuk masyarakat, termasuk juga wisatawan mancanegara," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




