ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Biang Kerok Macet Horor Daan Mogot, Pemotor Lawan Arah Hindari Banjir

Kamis, 29 Januari 2026 | 14:41 WIB
AT
SM
Penulis: Andrew Tito | Editor: SMR
Kemacetan parah arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat akibat banjir, Kamis (29/1/2026).
Kemacetan parah arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat akibat banjir, Kamis (29/1/2026). (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Jakarta, Beritasatu.com - Kemacetan panjang di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026) pagi hingga siang, dipicu oleh banyaknya pengendara sepeda motor yang melawan arah untuk menghindari genangan banjir. Aksi tersebut justru memperparah kondisi lalu lintas di salah satu ruas jalan utama penghubung wilayah Jakarta Barat itu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Natasha Yudhasoka menjelaskan genangan air sebenarnya terjadi di kedua arah jalan dan masih dapat dilalui kendaraan. Namun, sejumlah pemotor memilih mengambil jalur berlawanan arah dengan alasan menghindari banjir, sehingga memicu penumpukan kendaraan.

“Yang bikin macet karena motor banyak melawan arah. Menghindari banjir, padahal dari dua sisi pun sama-sama banjir dan masih bisa dilalui semua,” ujar Natasha.

Baca Juga: Banjir Daan Mogot, Penumpang Transjakarta Harus Turun dan Jalan Kaki

Menurut Natasha, polisi telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Seiring dengan pengaturan yang dilakukan petugas, kondisi arus kendaraan berangsur membaik dan mulai kembali mengalir.

Ia menambahkan, terhadap pengendara yang melawan arus, pihaknya tidak langsung melakukan penindakan berupa tilang. Petugas memilih langkah persuasif dengan memberikan teguran serta mengarahkan pengendara untuk kembali ke jalur yang semestinya.

“Sekarang sudah mulai mengalir. Tidak ditilang, kami beri teguran dan kami minta untuk putar balik agar tidak melawan arus,” ucapnya.

Baca Juga: Jalan Daan Mogot Arah Cengkareng Tergenang Akibat Hujan

Sementara itu, Kepala Unit Turjawali Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, menyampaikan bahwa hingga siang hari genangan banjir masih terpantau di sejumlah titik di Jalan Daan Mogot. Ketinggian air bervariasi, dengan genangan mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

“Yang masih ada genangan di Jalan Daan Mogot dari Jembatan Gantung ke arah Cengkareng, ketinggian 30 sampai 40 sentimeter. Masih bisa dilalui di lajur kanan dan lajur busway Transjakarta,” jelas Sudarmo.

Sebelumnya, banjir yang menggenangi kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh pada Kamis pagi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat sejak Rabu (28/1/2026) malam hingga pagi tadi mengakibatkan Kali Mookervart meluap dan merendam badan jalan.

Genangan air terjadi di kedua jalur, baik dari arah Cengkareng menuju Grogol, tepatnya di sekitar kawasan Samsat Jakarta Barat, maupun dari arah sebaliknya, yakni Grogol menuju Cengkareng. Kondisi ini membuat kendaraan harus melambat dan memilih jalur dengan genangan yang relatif lebih rendah.

Di sekitar Halte Jembatan Gantung, genangan air tercatat mencapai ketinggian sekitar 30 sentimeter. Sementara itu, di area Halte Transjakarta Taman Kota, ketinggian air berada di kisaran 15 sentimeter.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa menghindari sisi jalan dengan genangan terdalam. Namun, tingginya volume kendaraan pada jam sibuk membuat lajur yang masih bisa dilalui menjadi padat dan menimbulkan antrean panjang.

Situasi terparah terjadi di sekitar Apartemen Victoria. Di lokasi ini, sejumlah pemotor secara beramai-ramai melawan arus dengan mengambil jalur busway TransJakarta arah Grogol, yang seharusnya steril dari kendaraan pribadi. Aksi tersebut semakin mempersempit ruang gerak kendaraan lain dan memperparah kemacetan.

Di jalur berlawanan, antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar 5,5 kilometer, mulai dari kawasan Halte Pulo Nangka hingga mendekati Gedung Mayora, Kalideres. 

Polisi mengimbau para pengendara untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi mencegah kemacetan yang lebih parah serta menghindari risiko kecelakaan di tengah kondisi banjir.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

JAKARTA
Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

BANTEN
Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

JAKARTA
Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

BANTEN
BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

JAKARTA
Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon