Beroperasi Bertahap, RDF Rorotan Diawasi Ketat demi Kenyamanan Warga
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan operasional Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara tetap berjalan secara bertahap, terukur, dan terkendali dengan prioritas utama keselamatan serta kenyamanan warga sekitar.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, Asep Kuswanto untuk memberikan kejelasan informasi kepada masyarakat terkait fasilitas pengolahan sampah tersebut. Pernyataan tersebut juga sekaligus menunjukkan komitmen pemprov dalam mengelola fasilitas pengolahan sampah secara bertanggung jawab, transparan, dan berhati-hati.
"RDF Plant Rorotan merupakan infrastruktur strategis daerah yang dibangun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah Jakarta ke depan," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (31/1/2026).
Namun demikian, menurut Asep, pelaksanaannya tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui tahapan yang terukur dan diawasi secara ketat agar tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat.
Karena itu, operasional RDF Plant Rorotan dijalankan secara bertahap dengan prinsip kehati-hatian. "Seluruh proses berada dalam pengawasan ketat agar sistem berfungsi optimal dan tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar,” ujarnya.
Perhatian utama Pemprov Jakarta adalah warga yang bermukim di sekitar RDF Plant Rorotan. Pemerintah memastikan setiap potensi dampak yang dirasakan masyarakat menjadi bahan evaluasi langsung di lapangan dan tidak diabaikan.
"Keluhan warga, termasuk terkait bau dan aktivitas kendaraan, ditindaklanjuti secara cepat melalui penyesuaian teknis operasional," kata Asep.
Asep menuturkan, pihaknya tidak menutup mata terhadap keresahan warga. Justru masukan dari masyarakat sekitar menjadi alarm penting bagi kami untuk melakukan perbaikan.
"Operasional RDF Plant Rorotan tidak dijalankan dengan pendekatan memaksakan, tetapi dengan prinsip saling menjaga dan saling menghormati," katanya.
Sebagai langkah konkret, DLH Jakarta memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan beroperasi dengan baik.
Selain itu, pengangkutan sampah menuju RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk kompaktor tertutup hasil pengadaan 2024 dan 2025 yang telah memenuhi standar teknis sehingga potensi bau dan ceceran air lindi dapat diminimalkan sejak dari sumber.
Pengawasan juga dilakukan secara langsung di lapangan melalui dua pos pantau yang ditempatkan di akses utama dari arah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Di pos tersebut, petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap kendaraan pengangkut, mulai dari memastikan bak tertutup rapat, penampungan lindi tidak bocor hingga memastikan tidak adanya tetesan air lindi di jalan.
Asep menambahkan, keberlanjutan operasional RDF Plant Rorotan merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemprov Jakarta untuk mengurangi ketergantungan pada sistem landfill, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Pihaknya memahami adanya perhatian dan masukan dari masyarakat. Karena itu, setiap langkah operasional kami lakukan secara hati-hati, berbasis data dan mengutamakan perlindungan lingkungan.
RDF Plant Rorotan beroperasi untuk kepentingan publik dan pihaknya tidak mau krisis pengelolaan sampah terjadi di Jakarta seperti di daerah lain.
"Kami akan terus membuka ruang komunikasi yang konstruktif dengan warga,” kata Asep.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




