Peringatan Banjir Rob Jakarta, 12 Wilayah Pesisir Ini Wajib Waspada
Senin, 6 April 2026 | 13:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan melanda wilayah pesisir utara Jakarta pada Minggu (5/4/2026) hingga Kamis (9/4/2026). Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak kenaikan muka air laut.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, menuturkan, peringatan tersebut dikeluarkan berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. Hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya potensi pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama, sehingga berisiko meningkatkan tinggi muka air laut di wilayah pesisir.
“Akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan bulan purnama, berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta,” ujar Yohan dalam keterangan resminya, dikutip Senin (6/4/2026).
BPBD Jakarta mencatat setidaknya terdapat 12 wilayah pesisir yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Wilayah tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta wilayah Kepulauan Seribu.
Menurut Yohan, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diimbau dapat melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini. Pasang maksimum air laut berpotensi menggenangi permukiman warga, akses jalan, serta fasilitas umum yang berada di dataran rendah dan dekat garis pantai.
Selain itu, aktivitas pelabuhan, perikanan, serta transportasi laut juga berpotensi terdampak apabila ketinggian air laut meningkat secara signifikan.
BPBD Jakarta juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan kabar terkini terkait kondisi gelombang dan pasang surut air laut melalui kanal resmi yang telah disediakan, salah satunya melalui laman resmi BPBD Jakarta di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi lapangan secara real time dan menyesuaikan aktivitas mereka.
Selain melakukan pemantauan, masyarakat diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau situasi yang membutuhkan bantuan penanganan cepat dari petugas. Pemerintah Provinsi Jakarta telah menyiapkan layanan darurat yang dapat dihubungi kapan saja oleh warga.
“Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi call center Jakarta siaga 112,” kata Yohan.
Peringatan dini ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir. Dengan adanya informasi lebih awal, seluruh masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah pencegahan, seperti mengamankan barang berharga, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta menghindari aktivitas di area yang rawan terendam air laut selama periode pasang maksimum berlangsung.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan kondisi pesisir guna memastikan penanganan cepat apabila banjir rob benar-benar terjadi, sehingga dampaknya dapat ditekan seminimal mungkin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




