Tak Ada WFH, Seluruh Personel BPBD Jakarta Tetap Siaga di Kantor
Jumat, 10 April 2026 | 11:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta memastikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan personel tetap bekerja dari kantor atau work from office (WFO) guna menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan menegaskan, tidak ada pegawai BPBD yang menjalankan kebijakan work from home (WFH), meskipun sebagian instansi lain menerapkannya.
"Meski ada yang masuk kategori ketentuan work from home (WFH), keputusan pimpinan kami tidak ada yang WFH di BPBD," kata Yohan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Yohan memastikan seluruh ASN dan petugas BPBD tetap berkantor seperti biasa untuk menjamin pelayanan kebencanaan kepada warga Jakarta berjalan tanpa hambatan.
"Seluruh personel ASN BPBD tidak ada yang WFH. Pada hari Jumat ini tetap bertugas seperti biasa, WFO," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan, sejumlah instansi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik tidak diberlakukan kebijakan WFH setiap Jumat.
“Para pejabat tingkat madya, pratama, kemudian juga hal yang berkaitan dengan pelayanan publik, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kesehatan, Gulkarmat (Damkar) akan tetap bertugas seperti biasa,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta.
Sementara itu, kebijakan WFH hanya diterapkan bagi ASN yang menjalankan pekerjaan administratif.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan mengatur proporsi pegawai yang bekerja dari rumah dengan skema tertentu.
Pramono menyebutkan, tidak ada batasan pasti dari pemerintah pusat terkait jumlah ASN yang WFH, sehingga Pemprov Jakarta menetapkan kisaran antara 25% hingga 50%.
“Minimumnya 25% sampai dengan 50% dalam range itulah nanti diatur. Work from home akan dipersiapkan oleh Pak Sekda bersama kepala BKD dan nanti akan ada surat keputusan gubernur untuk itu," ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi kerja dan kualitas pelayanan publik di Jakarta, khususnya dalam sektor kebencanaan yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




