WFH Jumat di Jakarta, Udara Bersih dan Gunung Tampak dari Ibu Kota
Jumat, 10 April 2026 | 08:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah ruas jalan protokol dan moda transportasi publik di Jakarta pada Jumat (10/4/2026) pagi ini. Seiring dengan dimulainya kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan imbauan serupa bagi sektor swasta, lini masa media sosial yang dipantau Beritasatu.com, pun riuh dengan beragam reaksi warganet yang merasakan dampak langsung kebijakan tersebut.
Pantauan di media sosial X (sebelumnya Twitter) menunjukkan banyak netizen yang merasakan perubahan signifikan pada ritme lalu lintas Jakarta. Pengamat musik Adib Hidayat melalui akun @AdibHidayat mencuitkan pengamatannya pagi ini.
"Pagi ini apakah mulai banyak yang WFH? Jalanan sepi. Udara cerah," tulisnya sambil menyertakan suasana gedung-gedung di Jakarta dengan pemandangan gunung di belakangnya.
Senada dengan hal tersebut, pengguna KRL Commuter Line juga merasakan kelonggaran yang jarang terjadi pada hari kerja. Akun @bomureez mengungkapkan rasa syukurnya karena tidak perlu "sikut-sikutan" saat berangkat kerja. Sementara itu, akun @FSulgani juga mengonfirmasi kondisi jalanan yang lebih lancar dari biasanya.
Meski disambut baik karena mengurangi kemacetan, kebijakan WFH di hari Jumat ini tidak lepas dari perdebatan mengenai beban kerja dan biaya operasional pribadi. Pengguna @wulwulwul_ misalnya, merasa WFH di hari Jumat kurang ideal karena tumpukan pekerjaan di akhir pekan tetap tinggi.
Isu mengenai pengalihan biaya kantor ke kantong pribadi juga mencuat. Akun @SeekHustle melempar wacana yang cukup menarik perhatian.
"Ada benernya sih, cost harian di kantor pindah ke personal jadinya. Gimana kalau ada tunjangan WFH??" tulisnya menanggapi percakapan mengenai beban listrik dan internet selama bekerja dari rumah.
Di tengah euforia WFH, muncul suara-suara sumbang terkait keadilan di tempat kerja. Salah satu yang paling viral adalah curhatan akun @barrchives yang menyoroti nasib anak magang di instansi pemerintahan. Ia mengeluhkan bahwa meski staf tetap dan ASN diperbolehkan WFH, anak magang seringkali tetap diwajibkan masuk ke kantor (WFO).
"Sebel banget ya, masa aturan WFH cuma buat karyawan atau ASN aja, dan anak magang tetep disuruh masuk??? Mana unpaid (tidak dibayar), please ada perlindungan anak magang enggak si," tulisnya dalam sebuah utas yang mendapat banyak respon empati.
Sebagai informasi, penerapan WFH yang mulai intensif dilakukan pada Jumat ini merujuk pada kebijakan pemerintah untuk mengendalikan krisis energi global yang terjadi belakangan ini akibat konflik di Timur Tengah. Kebijakan ini bukan berarti hari libur bagi para abdi negara. Instansi pemerintah tetap memberlakukan pengawasan ketat, termasuk penggunaan aplikasi absensi berbasis lokasi (liveloc) untuk memastikan pegawai tetap berada di rumah selama jam kerja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




