ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemalak Sopir Bajaj Tanah Abang Ditangkap, Ini Faktanya

Senin, 13 April 2026 | 11:49 WIB
D
S
Penulis: Dayat | Editor: JTO
Ilustrasi borgol.
Ilustrasi borgol. (Itani/Flickr)

Jakarta, Beritasatu.com - Aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Pasar Tanah Abang yang viral di media sosial berujung pada penangkapan pelaku. Polisi meringkus seorang pria berinisial D-A yang diduga melakukan pungutan liar terhadap pengemudi.

D-A ditangkap tanpa perlawanan di kediaman keluarganya di Jalan Tanah Rendah, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan setelah video aksinya memalak sopir bajaj tersebar luas dan memicu perhatian publik.

Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dimas Prasetyo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, D-A diketahui berprofesi sebagai juru parkir liar atau yang kerap disebut “pak ogah” di kawasan Pasar Blok A.

“Yang bersangkutan sehari-hari meminta uang jasa kepada sopir bajaj di area Pasar Blok A, nominalnya sekitar Rp 2.000 setiap kali menaikkan penumpang,” ujar Dimas, Senin (13/4/2026).

Ia juga meluruskan informasi dalam video viral terkait pungutan hingga Rp100 ribu per hari. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan akumulasi pengeluaran sopir di beberapa titik dalam satu hari, bukan diberikan kepada satu pelaku.

“Angka Rp 100.000 itu diduga merupakan total yang dikeluarkan sopir dalam sehari di beberapa lokasi, bukan hanya kepada satu orang,” jelasnya.

Sementara itu, D-A membantah melakukan pemaksaan atau ancaman saat meminta uang. Ia mengaku hanya menerima uang secara sukarela dari sopir bajaj.

“Tidak ada pemaksaan, saya hanya minta seikhlasnya saja,” kata D-A.

Dari aktivitas tersebut, D-A mengaku memperoleh penghasilan sekitar Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per hari untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut dan belum menetapkan pasal yang akan dikenakan. Aparat juga meminta sopir bajaj yang menjadi korban serta pihak yang merekam dan mengunggah video viral untuk memberikan keterangan.

Sebelumnya, video viral di media sosial memperlihatkan seorang sopir bajaj dipalak saat mengangkut penumpang di depan Pasar Blok A Tanah Abang. Dalam video itu, sopir mengaku harus menyetor hingga Rp 100.000 per hari kepada sejumlah pelaku, bahkan diancam kendaraannya akan dirusak jika tidak memberikan uang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Premanisme di Tanah Abang Belum Hilang meski Suasana Terlihat Kondusif

Premanisme di Tanah Abang Belum Hilang meski Suasana Terlihat Kondusif

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon