Kronologi Bentrok Mata Elang vs Warga di Cakung
Rabu, 22 April 2026 | 08:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengungkap kronologi bentrokan antara kelompok penagih kendaraan atau debt collector alias mata elang (matel) dengan sejumlah warga di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra menjelaskan, peristiwa bermula dari penarikan sepeda motor oleh matel terhadap seorang warga.
"Motornya ditarik oleh matel. Mungkin yang bersangkutan kemudian menghubungi teman-temannya," kata Andre dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2026).
Perampasan motor itu akhirnya memicu keributan, pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 16.25 WIB.
Pemilik kendaraan bersama sejumlah rekannya mendatangi kantor matel yang berada di wilayah hukum Polsek Cakung. Kedatangan mereka memicu ketegangan hingga berujung bentrokan singkat.
Keributan berlangsung 5 hingga 10 menit. Aksi saling serang sempat terjadi, tetapi tidak menimbulkan korban.
Polisi yang tiba di lokasi langsung menghalau massa dan mengamankan situasi. Langkah cepat dilakukan agar keributan tidak meluas.
Polsek Cakung mengerahkan seluruh personel melalui panggilan luar biasa (PLB) untuk mengendalikan keadaan.
"Semua kita suruh merapat biar tidak ada korban kan," kata Andre.
Petugas juga mengumpulkan pihak yang terlibat untuk meredam ketegangan. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan dan massa perlahan membubarkan diri.
"Kami langsung menghalau dan mengamankan supaya tidak ada korban. Setelah itu warga dikumpulkan, dan situasi bisa dikendalikan," jelasnya.
Andre menyebutkan pelaku keributan bukan warga setempat. Setelah situasi mereda, mereka meninggalkan lokasi secara bertahap.
Lokasi pasti penarikan kendaraan masih belum diketahui. Polisi fokus melakukan pengamanan di sekitar kantor matel di wilayah Cakung.
Petugas masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Sementara itu, kantor matel berencana membuat laporan resmi ke Polres terkait insiden tersebut.
"Kondisi sekarang sudah aman, anggota masih siaga. Insyaallah sudah kondusif," ucap Andre.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @warungjurnalis, terlihat polisi berupaya menghalau massa agar tidak saling serang. Polisi membawa pelontar gas air mata sambil meminta massa mundur dari lokasi kejadian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




