Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Tewasnya Ibu Rumah Tangga di Tambora
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kasus tewasnya Romdanah alias Ium di rumahnya di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, mengungkap dugaan konflik rumah tangga yang berujung tragis. Polisi menyebut korban diduga kehilangan nyawa setelah mengalami kekerasan di dalam rumah yang selama ini ditempatinya bersama suami siri.
Kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus tewasnya Romdanah alias Ium, seorang ibu rumah tangga yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Pada Mulya VII, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam kematian korban.
Terduga pelaku berinisial ES (31), yang diketahui merupakan suami siri korban. Tim Tiger Unit Reserse Kriminal Polsek Tambora menangkap ES di sekitar lokasi kejadian tanpa perlawanan.
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat mengatakan penangkapan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Tambora. Penangkapan dilakukan di sekitar lokasi kejadian," ujar Wahyu, Sabtu (20/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga terjadi di dalam rumah yang ditempati korban bersama pelaku pada Jumat sore. Korban ditemukan meninggal dunia dengan dugaan mengalami jeratan pada bagian leher menggunakan kain sprei.
Penyidik menduga tindakan kekerasan itu terjadi saat korban berada di ruang tamu rumah mereka. Temuan di lokasi kejadian kemudian diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi yang diperiksa polisi.
Menurut Wahyu, informasi dari keluarga dan warga sekitar mengindikasikan hubungan korban dan pelaku kerap diwarnai perselisihan. Bahkan, beberapa saksi menyebut keduanya sempat terlibat pertengkaran sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
"Dari keterangan saksi, baik tetangga maupun pihak keluarga korban, diketahui keduanya cukup sering terlibat cekcok. Pada malam sebelum kejadian juga disebutkan sempat terjadi pertengkaran," katanya.
Selain mengamankan ES, polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi kain sprei yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan, beberapa unit telepon genggam, serta sejumlah perhiasan yang ditemukan di lokasi.
Seluruh barang bukti tersebut kini tengah diperiksa lebih lanjut untuk membantu penyidik merekonstruksi rangkaian kejadian dan memperkuat pembuktian dalam proses hukum.
Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ES. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi serta mendalami berbagai temuan di lokasi kejadian guna melengkapi berkas perkara.
Kasus ini menambah daftar tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga dan berujung pada hilangnya nyawa. Kepolisian memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




