Fokus Konsumen, Bank Neo Commerce Belum Naikkan Suku Bunga
Jumat, 18 November 2022 | 20:16 WIB
Direktur Bisnis BNC Aditya Wahyu Windarwo menambahkan, kenaikan suku bunga acuan BI sebetulnya sudah sesuai ekspektasi. Seperti bank lainnya, NBC tentunya juga akan melakukan penyesuaian dari sisi pendanaan dan kredit.
Baca Juga: Covid-19 Melonjak dan Suku Bunga AS, Minyak Mentah Anjlok 3%
"Itu memang harus dilakukan semua bank, termasuk kita yang melakukan efisiensi biaya operasional. Tapi BNC sebagai bank digital, efisiensi tidak serumit bank konvensional, sehingga kami bisa lebih mampu untuk menekan biaya," kata Aditya.
Seperti diketahui, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 November 2022, telah diputuskan untuk menaikkan BI7DRR sebesar 50 bps menjadi 5,25%, suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 6,00%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat kuatnya mata uang dolar Amerika Serikat dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.
"Bank Indonesia juga terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi," kata Perry Warjiyo.
Baca Juga: Wall Street Melemah Akibat Potensi Kenaikan Suku Bunga
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




