Harga Emas Dunia Menguat setelah Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka
Sabtu, 18 April 2026 | 06:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia mencatatkan kenaikan pada perdagangan Jumat (17/4/2026) waktu Amerika Serikat atau Sabtu (18/4/2026) WIB, seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan berkurangnya ketegangan geopolitik. Sentimen positif muncul setelah Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka.
Harga emas spot ditutup naik 0,86% ke posisi US$ 4.831,98 per ons troi. Dalam sepekan terakhir, logam mulia ini menguat sekitar 0,8%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga meningkat 0,85% menjadi US$ 4.849,4 per ons troi.
Kepastian dari Menteri Luar Negeri Iran bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berjalan selama masa gencatan senjata menjadi faktor pendorong utama pasar. Jalur tersebut tetap digunakan sesuai pengaturan yang ditetapkan otoritas pelabuhan dan maritim Iran.
Pada sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pembahasan lanjutan terkait konflik Iran berpotensi digelar pada akhir pekan ini. Ia juga menyatakan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Situasi ini turut menekan harga minyak global, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi.
Wakil Presiden sekaligus senior strategist Zaner Metals Peter Grant menilai pembukaan Selat Hormuz menjadi momentum penting.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan peristiwa penting. Dengan tekanan pada harga minyak, ekspektasi inflasi menurun dan peluang penurunan suku bunga kembali menguat, ini menjadi kabar baik bagi emas,” ujar Grant.
Ia menambahkan, harga emas berpeluang menembus level psikologis US$ 5.000 per ons troi dalam jangka pendek.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS turut meningkatkan daya tarik emas bagi investor global. Nilai dolar yang lebih rendah membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Namun sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan. Hal itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari, yang mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Kondisi tersebut sempat membuat pasar mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga. Pada lingkungan suku bunga tinggi, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kurang diminati oleh investor.
Dari sisi permintaan fisik, pasar India menghadapi kendala. Beberapa bank dilaporkan menghentikan impor emas dan perak karena belum memperoleh izin pemerintah, sehingga pasokan logam mulia tertahan di bea cukai.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan. Harga perak melonjak 3,15% menjadi US$ 80,89 per ons troi dan naik hampir 4% sepanjang pekan ini. Platinum menguat 1,03% ke level US$ 2.113,19, sedangkan paladium naik 0,54% menjadi US$ 1.563,1, keduanya juga mencatat kenaikan secara mingguan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




