Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen
Jumat, 19 Juni 2026 | 19:17 WIB
London, Beritasatu.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (19/6/2026), seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan sikap ketat (hawkish) bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot turun 1,5% menjadi US$ 4.145,02 per ons troy, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 11 Juni di US$ 4.119,78 per ons troy. Emas juga tercatat diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari sejak 5 Juni.
Sementara itu, emas berjangka AS turun 1,9% menjadi US$ 4.163,20 per ons troy.
Logam mulia lain juga ikut tertekan. Perak turun 1,8% menjadi US$ 64,61 per ons troy, platinum melemah 1,8% ke US$ 1.665,07 per ons troy, dan palladium terkoreksi 1,9% menjadi US$ 1.254,16 per ons troy. Ketiga logam tersebut juga diperkirakan mencatat penurunan mingguan.
Penguatan dolar AS turut menambah tekanan karena membuat harga komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
“Emas menghadapi risiko jelas untuk turun lebih dalam ke wilayah pasar bearish dan di bawah level US$ 4.000 per ons troy, karena logam mulia ini terus berada dalam lingkungan yang menantang. Ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi dalam waktu lama bersifat negatif bagi aset tanpa imbal hasil, sekaligus menguntungkan dolar,” kata analis senior Jefferies-owned Tradu.com Nikos Tzabouras dilansir dari Reuters.
Ia menambahkan, arah pergerakan emas akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi Amerika Serikat–Iran, rilis data inflasi AS pekan depan, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed ke depan.
Ketidakpastian geopolitik juga masih membayangi setelah pemerintah Swiss menyebut bahwa perundingan AS dengan Iran terkait kesepakatan penghentian konflik Timur Tengah tidak akan dilanjutkan pada Jumat, menyusul pembatalan perjalanan Wakil Presiden AS JD Vance ke Eropa.
Dari sisi kebijakan moneter, sejumlah pejabat The Fed disebut masih mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Berdasarkan proyeksi terbaru, 9 dari 19 pengambil kebijakan The Fed menilai kenaikan suku bunga masih dibutuhkan, meski suku bunga acuan tetap dipertahankan pada kisaran 3,50%–3,75%.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Sementara itu, Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga emas menjadi US$ 4.900 per ounce pada Desember, dari sebelumnya US$ 5.400 per ounce. Bank investasi tersebut tetap menilai prospek emas secara struktural masih positif, namun dalam jangka pendek berpotensi menghadapi tekanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




