ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:11 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi emas dunia.
Ilustrasi emas dunia. (AP)

New Delhi, Beritasatu.com – Permintaan emas fisik di dua negara konsumen terbesar dunia, India dan China, masih cenderung lemah pada pekan ini meskipun harga logam mulia tersebut turun ke level terendah dalam sekitar dua setengah bulan terakhir.

Di India, penurunan harga mulai menarik sebagian pembeli kembali ke pasar. Namun, volatilitas harga yang masih tinggi membuat banyak konsumen memilih menunggu arah pergerakan harga yang lebih jelas sebelum melakukan pembelian.

Dealer emas di India menawarkan diskon hingga US$ 54 per ons dibandingkan harga domestik resmi, termasuk bea masuk 15% dan pajak penjualan 3%. Besaran diskon tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran hingga US$ 35 per ons.

“Penurunan harga membantu menarik kembali minat pembeli. Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat sebagian konsumen memilih menunggu kepastian tren harga,” ujar seorang pedagang perhiasan di Ahmedabad dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

Harga emas domestik India turun menjadi 146.252 rupee per 10 gram, level terendah sejak 2 April 2026.

Seorang pedagang logam mulia di Mumbai mengatakan permintaan investasi emas dalam beberapa pekan terakhir masih relatif lemah. Meski demikian, sejumlah peritel perhiasan mulai menunjukkan minat untuk menambah persediaan.

Pada sisi lain, dana kelolaan berbasis emas fisik atau exchange traded fund (ETF) di India mencatat arus keluar bersih bulanan pertama dalam satu tahun pada Mei 2026. Kondisi tersebut dipicu aksi ambil untung investor setelah reli harga sebelumnya.

Sementara itu di China, pasar emas fisik bahkan beralih ke posisi diskon terhadap harga acuan global. Emas diperdagangkan dengan diskon US$ 4 hingga US$ 8 per ons dibandingkan harga spot internasional, berbalik dari premi US$ 1 hingga US$ 5 per ons pada pekan sebelumnya.

Pelaku pasar di China masih cenderung menahan diri sambil menunggu kejelasan lebih lanjut terkait perkembangan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Harga emas global sendiri telah terkoreksi lebih dari 23% sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026. Penurunan tersebut dipengaruhi kekhawatiran inflasi akibat harga energi serta ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Kepala perdagangan Wing Fung Precious Metals Peter Fung mengatakan aktivitas pasar emas fisik di Shanghai masih sangat sepi dan belum terlihat minat beli yang signifikan.

“Investor di China masih mencermati ketidakpastian situasi Timur Tengah dan menunggu gambaran yang lebih jelas. Permintaan kemungkinan akan meningkat setelah masa liburan atau memasuki Juli hingga Agustus,” ujar Fung.

Pasar di China daratan dan Hong Kong tutup pada Jumat karena libur Festival Perahu Naga (Dragon Boat Festival).

Di Hong Kong, emas diperdagangkan pada kisaran harga setara hingga premi US$ 2 per ons. Sementara di Jepang, emas dijual dengan diskon sekitar US$ 0,25 per ons. Adapun di Singapura, emas diperdagangkan pada kisaran diskon US$ 0,50 hingga premi US$ 1,80 per ons.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

EKONOMI
Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

EKONOMI
Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

EKONOMI
Harga Perak Antam Anjlok Rp 1.100 Per Gram Hari Ini 18 Juni 2026

Harga Perak Antam Anjlok Rp 1.100 Per Gram Hari Ini 18 Juni 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon