IFG dan 8 BUMN Pendiri Dana Pensiun Kelola Investasi Bersama
Kamis, 22 Desember 2022 | 12:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – IFG sebagai ketua Project Management Office (PMO) Tim Percepatan Integrasi Pengelolaan Dana Pensiun BUMN bersama anak perusahaannya, PT Bahana TCW Investment Management dan delapan BUMN pendiri dana pensiun, melakukan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) rencana kerja sama pengelolaan aset investasi dana pensiun. Tujuannya mengoptimalkan pengelolaan dana pensiun (dapen) BUMN secara sehat dan berkelanjutan sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan pegawai di masa tuanya,
Delapan BUMN tersebut adalah PT Angkasa Pura I, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Nindya Karya (Persero), Perum Jasa Tirta II, Perum Peruri, PT Taspen (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, di Jakarta, belum lama ini.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, BUMN selaku pendiri dana pensiun bertanggung jawab atas kelangsungan dana pensiun. Dengan inisiatif ini, Kementerian BUMN ingin memastikan agar pengelolaan dana pensiun dapat memberikan manfaat jangka panjang sehingga dapat memenuhi hak-hak pensiunan BUMN secara proporsional dan terukur.
"Jika pengelolaan dana pensiun tidak dilakukan baik dan optimal, berpotensi menjadi masalah sistemik di masa mendatang terhadap para pensiunan, diharapkan jaminan kesejahteraan hari tua yang baik dapat menjamin kesejahteraan pensiunan," kata dia Kamis (22/12/2022).
Dia mengatakan pengelolaan ini termasuk pada pemilihan investasi yang memperhatikan kewajiban jangka panjang serta penempatan aset investasi sesuai kewajiban jangka panjang (asset-liability matching). "Di samping itu, mendapatkan benefit yang sesuai kesepakatan dalam perjanjian, dengan memperhatikan kemampuan terukur perusahaan pendiri," ujar dia.
Kartika Wirjoatmodjo yang akrab disapa Tiko menekankan sejumlah hal dalam pengelolaan dapen BUMN, yaitu secara berkala dapen melakukan evaluasi, khususnya terkait rasio kecukupan dana dan asumsi-asumsi liabilitasnya. Kedua, strategi pengelolaan investasi sehat dan terpercaya yang dikelola oleh profesional yang kompeten, dan terakhir terkait peningkatan tata kelola atau governance dana pensiun.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama IFG Robertus Billitea mengatakan, pengelolaan investasi oleh PT Bahana TCW Investment Management diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi dana pensiun BUMN yang akan bekerja sama. "Strategi pengelolaan investasi bersama diharapkan akan memberikan akses lebih besar dan skala ekonomis untuk mencari instrumen investasi terbaik di pasar dengan negosiasi harga lebih baik," katanya.
Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga mengemukakan, pengelolaan investasi bersama berpotensi menciptakan skala investasi besar sehingga menjadi salah satu sumber pendanaan proyek-proyek infrastruktur, yang memiliki long duration, sesuai nature liabilitas dana pensiun. "Pada saat bersamaan juga berpotensi memberikan yield investasi yang cukup attractive," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




