ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wah! Pertumbuhan Ekonomi 2022 Masih di Bawah Potensinya

Sabtu, 11 Februari 2023 | 07:01 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Ilustrasi gedung perkantoran.
Ilustrasi gedung perkantoran. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,31% belum mencapai titik maksimum dan di bawah potensinya. APBN dinilai belum berperan optimal mendorong pertumbuhan ekonomi 2022.

"Kalau saya coba mau menghitung, kita masih tumbuh masih di bawah potensi. Sebenarnya potensi pertumbuhan ekonomi kita lumayan bagus, tetapi kita selama ini bergerak di bawah ini," ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acara bertajuk "Inisiasi Bersama Visi Indonesia 2045" di Kantor Kementerian PPN/ Bappenas dikutip Investor Daily Jumat (10/2/2023).

Dia mengatakan idealnya APBN bisa berperan sebagai automatic stabilizer. APBN bekerja secara countercyclical. Ketika ekonomi tumbuh terlalu tinggi, APBN berperan meredam dampak negatif. Namun saat terjadi pelemahan ekonomi, APBN menjadi instrumen mendorong pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya pada saat terjadi commodity boom di era Presiden Soeharto, ekonomi bisa tumbuh pada kisaran 7%-8%. Namun saat terjadi commodity boom di tahun 2022 pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5%.

"Harusnya jadi prime mover, tetapi mungkin cara-cara pandang ini agak berbeda sehingga kita belum kembali pada pertumbuhan ekonomi seperti yang kita peroleh di Orde Baru yang bisa sampai 7%-8%, padahal dari sisi basis yang kita miliki jauh lebih baik," kata Suharso.

Sebelumnya, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 sebesar 5,31% dinilai masih kalah dengan beberapa negara tetangga yang sudah merilis kinerja ekonominya hingga 7 Februari 2023. Pertumbuhan ekonomi Vietnam 2022 mencapai 8,02% dan Fiilipina sebesar 7,6%.

"Bila dibandingkan antara tiga negara ini ternyata dengan tekanan global yang sama, ekonomi Indonesia tidak tumbuh impresif banget. Karena negara lain tumbuh lebih tinggi," ucap Eko.

Menurut Eko, capaian pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,3% sudah lebih baik dibandingkan 2021 dan 2020 yang saat itu terjadi resesi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon