ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siap Melesat, Prudential Syariah Kantongi Aset Rp 6,69 T

Jumat, 17 Februari 2023 | 10:20 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Chief Financial Officer Prudential Syariah, Paul Setio Kartono dalam Journalist Workshop 2023 Prudential Syariah di Bogor, Kamis, 16 Februari 2023.
Chief Financial Officer Prudential Syariah, Paul Setio Kartono dalam Journalist Workshop 2023 Prudential Syariah di Bogor, Kamis, 16 Februari 2023. (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

Bogor, Beritasatu.com - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) tercatat mengantongi total aset mencapai Rp 6,69 triliun di akhir tahun 2022. Berbekal entitas yang telah berdiri sendiri, menghadirkan berbagai inovasi, dan potensi pasar yang terbuka lebar, bisnis perusahaan siap melesat di masa mendatang.

Chief Financial Officer (CFO) Prudential Syariah Paul Setio Kartono menyampaikan, kebijakan memisahkan diri atau spin off dari induk menjadi entitas sendiri dimaksudkan agar perusahaan lebih lincah dan adaptif dalam menangkap peluang pasar. Langkah ini pun terbukti jitu, dimana nama Prudential Syariah makin dikenal masyarakat.

"Setelah spin off, kata-kata Prudential Syariah mulai dikenal. Kita punya media sosial sendiri, program literasi sendiri. Nantinya akan ada domino effect, penjualan akan meningkat, kontribusi meningkat, market share meningkat," beber Paul dalam Journalist Workshop 2023 Prudential Syariah di Bogor, Kamis (16/2/2023).

ADVERTISEMENT

Paul mengungkapkan, dampak positif dari spin off tidak secara langsung terlihat. Mengacu laporan keuangan perusahaan, total aset perusahaan relatif menurun dibandingkan posisi masih menjadi unit usaha syariah (UUS) dari Prudential.

Pada kuartal I 2022 atau sebelum resmi meluncur pada 5 April 2022 sebagai entitas utuh, UUS sempat mencatat total aset mencapai Rp 7,71 triliun. Namun demikian, spin off dijalankan sehingga perhitungan kekayaan pun ikut disesuaikan, sehingga aset dibukukan susut menjadi Rp 6,62 triliun pada kuartal II-2022.

Penyesuaian juga terjadi dari sisi produksi premi/kontribusi dan ujroh menjadi Rp 920,99 miliar pada kuartal II-2022. Sejak saat itu, penambahan produksi kontribusi relatif meningkat per kuartal III-2022 sebesar Rp 873,16 miliar menjadi tembus Rp 1,00 triliun pada sepanjang kuartal IV 2022. Adapun sepanjang tahun 2022, Prudential Syariah mencatat kontribusi gabungan mencapai Rp 2,80 triliun.

Meski malu-malu, Paul meyakini produksi kontribusi akan tumbuh positif di tahun ini. Peluang untuk tumbuh double digit juga masih terbuka lebar. Proyeksi Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) sebesar 9%-11% untuk pertumbuhan produksi kontribusi bahkan dipercaya dapat dicapai lebih tinggi.

Dia menjelaskan, memang perekonomian global banyak diperkirakan semakin dekat dengan jurang resesi. Indonesia yang tengah menghadapi tahun politik pun menjadi tantangan yang mendorong banyak pihak menjadi lebih hati-hati. Belum lagi, literasi asuransi syariah di Indonesia sangat rendah.

Sebaliknya, ekonomi domestik dipercaya masih mampu melanjutkan pertumbuhan di tahun ini. Sementara minat dan kesadaran masyarakat akan perlindungan asuransi kian meningkat. "Pascapandemi Covid-19, masyarakat semakin menyadari kebutuhan akan proteksi asuransi. Kita berharap kombinasi dari semuanya itu kita juga bisa positif. Kita sama-sama berdoa (tumbuh double digit)," urai Paul.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon