ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perusahaan Asuransi Jiwa Belum Menyerah Pasarkan Unit Link

Selasa, 7 Maret 2023 | 21:21 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III-2022, di Jakarta, Rabu 23 November 2022. 
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III-2022, di Jakarta, Rabu 23 November 2022.  (Beritasatu Photo/Prisma Ardianto)

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menegaskan, industri asuransi jiwa belum menyerah untuk memasarkan produk unit link. Produksi premi unit link dicatatkan anjlok di tahun 2022, diakui efek dari penyesuaian produk atas amanah SEOJK PAYDI yang terbit di awal tahun lalu.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengatakan, total pendapatan premi atau unweighted asuransi jiwa dicatatkan menurun 5,3% (yoy) menjadi Rp 192,08 triliun. Salah satu faktornya penurunan produksi premi unit link, khususnya dengan model pembayaran premi tunggal atau single premium.

"Memang terjadi penurunan penjualan. Unit link menurun, produk tradisional naik. Tapi lihat juga single premium turun. Jadi kira-kira unit link yang single premium ini yang turun. Nasabah itu punya pilihan mau bayar premi sekaligus (tunggal) atau secara reguler. Tapi kita melihat penerimaan premi secara reguler itu sebetulnya naik," ujar Budi, Selasa (7/2/2023).

ADVERTISEMENT

Kinerja 58 perusahaan asuransi jiwa yang dihimpun AAJI mengungkap bahwa pembayaran premi tunggal susut 12,0% (yoy) menjadi Rp 93,22 triliun sepanjang tahun 2022. Sedangkan pembayaran premi reguler tumbuh tipis 1,9% (yoy) menjadi Rp 98,86 triliun.

Infografis perkembangan pangsa pasar unit link.
Infografis perkembangan pangsa pasar unit link.

Berdasarkan produk, premi dari produk tradisional tumbuh melambat 8,1% (yoy) menjadi Rp 81,31% pada 2022, dimana di tahun sebelumnya mampu tumbuh sampai dengan 11,4% (yoy) menjadi Rp 75,23 triliun.

Sementara premi dari produk unit link terkoreksi hingga 13,3% (yoy) menjadi Rp 110,77 triliun, namun masih mengambil pangsa pasar sebesar 57,7%.

Budi menuturkan, fenomena ini bukan menunjukkan bahwa perusahaan asuransi jiwa mulai melakukan peralihan dari unit link ke produk tradisional. Namun demikian, tenaga pemasar (keagenan) mulai menyasar masyarakat dengan pendapatan yang lebih rendah dari sebelumnya.

"Untuk golongan ini, barangkali cara pembayarannya bukan single premium (premi tunggal), tapi yang reguler. Saya belum belum melihat bahwa industri sudah menyerah menjual unit link," kata Budi.

Budi mengakui, tahun lalu menjadi lebih menantang untuk perusahaan asuransi jiwa menjual unit link karena kehadiran SEOJK PAYDI pada 14 Maret 2022. Imbasnya, produksi premi unit link turun namun masih dalam angka yang wajar.

"Di satu sisi masyarakat satu dan lain pertimbangan lebih menyukai unit link, di sisi lain perusahaan asuransi jiwa tetap menjawab kebutuhan masyarakat," demikian jelas Budi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

EKONOMI
Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

EKONOMI
OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

EKONOMI
Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

MULTIMEDIA
Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

EKONOMI
OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon