ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kesehatan Perbankan Dipertanyakan, Harga Minyak Ambrol

Sabtu, 25 Maret 2023 | 07:23 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi minyak mentah.
Ilustrasi minyak mentah. (Istimewa)

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak jatuh pada Jumat (24/3/2023) di tengah penurunan saham perbankan di Eropa. Selain itu, Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan pengisian ulang Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) negara itu memakan waktu beberapa tahun, sehingga mengurangi prospek permintaan minyak.

Harga minyak mentah Brent turun 95 sen, atau 1,3%, menjadi US$ 74,96 per barel dan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 74 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 69,22 per barel. Kedua acuan sempat jatuh lebih 4% di awal sesi.

"Kami mengikuti tantangan ekonomi makro dan ada korelasi yang baru dengan ekuitas (saham)," kata analis di Again Capital, John Kilduff dikutip CNBC International.

ADVERTISEMENT

Saham perbankan merosot di awal sesi di bursa Eropa dengan Deutsche Bank dan UBS Group terpukul karena kekhawatiran terburuk di sektor ini sejak krisis keuangan 2008 belum teratasi.

Sementara Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengadakan pertemuan tak terjadwal dari Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan pada Jumat pagi.

Adapun dolar menguat 0,6% terhadap mata uang lainnya, memicu aksi jual. Dolar yang lebih kuat membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Gedung Putih mengatakan pada bulan Oktober akan membeli kembali minyak untuk SPR ketika harga berada di bawah sekitar US$ 67-US$ 72 per barel.

Sementara ekspektasi permintaan kuat dari Tiongkok membatasi penurunan harga minyak. Goldman Sachs mengatakan permintaan melonjak di Tiongkok, importir minyak terbesar dunia, dengan permintaan mencapai 16 juta barel per hari.

Adapun Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pemotongan produksi minyak Rusia 500.000 barel per hari (bpd) akan berasal dari tingkat produksi 10,2 juta bpd pada bulan Februari, lapor kantor berita RIA Novosti.

Itu berarti Rusia memproduksi 9,7 juta barel per hari antara Maret dan Juni. Ini akan menjadi pengurangan produksi jauh lebih kecil daripada yang ditunjukkan Moskow sebelumnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

EKONOMI
Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

EKONOMI
Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

EKONOMI
Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

EKONOMI
Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

EKONOMI
Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon