ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OJK Catat Aset IKNB Syariah Capai Rp 139,15 Triliun

Senin, 27 Maret 2023 | 20:10 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Kepala OJK Regional Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa.
Kepala OJK Regional Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa. (Beritasatu Photo/Stefy Thenu)

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset sektor industri keuangan non bank (IKNB) Syariah mencapai Rp 139,15 triliun per Desember 2022, atau tumbuh 15,11% secara year on year (yoy). Nilai tersebut hanya mengambil pangsa sekitar 4,5% dari total aset IKNB Syariah yang telah menembus Rp 3.000 triliun.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK Aman Santosa menyampaikan, sektor keuangan syariah, khususnya sektor IKNB Syariah masih perlu memerhatikan perkembangan tingkat literasi dan inklusi.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 mencatat bahwa literasi dan inklusi keuangan syariah masih tertinggal di posisi masing-masing 9,14% dan 12,12%.

"Meskipun cenderung meningkat setiap tahunnya, indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masih jauh dibawah literasi dan inklusi keuangan nasional yang telah mencapai 49,68% dan 85,20%," ungkap Aman dalam Webinar Gebyar Safari Ramadan 1444 Hijriah, Senin (27/3/2023).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, OJK terus mendorong industri keuangan syariah memacu pertumbuhan sering dengan potensi besar di Indonesia. OJK pun telah merumuskan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) Tahun 2021-2025.

Regulator merumuskan tiga hal pokok dalam perumusan bagi sektor industri keuangan syariah. Diantaranya adalah penguatan lembaga keuangan syariah, penciptaan demand keuangan syariah yang berkelanjutan, dan terbentuknya ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi dengan industri halal.

Salah satu sektor IKNB Syariah yang punya kinerja cemerlang di tahun lalu adalah industri asuransi syariah. Mengacu data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), industri asuransi syariah membukukan kontribusi bruto mencapai Rp 27,57 triliun atau tumbuh 16,38% (yoy) pada akhir tahun lalu. Namun secara aset, asuransi syariah hanya tumbuh di kisaran 3% menjadi Rp 45,03 triliun.

IFG Progress dalam Economic Bulletin-Issues 27 berjudul Asuransi Syariah #2: An Underexplored Market menerangkan, perjalanan industri asuransi syariah di Indonesia belum menunjukkan kondisi yang potensial untuk berkembang. Hal tersebut seiring dengan masih banyaknya tantangan yang perlu dibenahi baik dari sisi demand, supply, dan kebijakan spin off.

Dari sisi demand, tantangan berasal baik dari faktor yang mendasar seperti literasi dan awareness yang rendah, kemampuan daya beli yang masih rendah, dan sustainability pembayaran premi dan preferensi produk yang terbatas. Selain itu, kondisi permintaan masih rentan dipengaruhi kondisi business cycle.

Sementara dari sisi supply, tantangan industri asuransi syariah bersumber dari produk yang kurang terdiferensiasi dan lack of sharia investment options. Belum lagi kinerja instrumen investasi syariah yang belum kompetitif dengan konvensional, hingga kinerja unit link syariah yang masih di bawah kinerja unit link konvensional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Tegaskan Pasar Keuangan Tetap Solid Seusai Rebalancing MSCI

OJK Tegaskan Pasar Keuangan Tetap Solid Seusai Rebalancing MSCI

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Lembaga Kliring Dinilai Memiliki Peran Penting dalam Perlindungan Masyarakat

Lembaga Kliring Dinilai Memiliki Peran Penting dalam Perlindungan Masyarakat

EKONOMI
Investor Domestik Bertambah 6,4 Juta, Pasar Modal Kian Tahan Guncangan

Investor Domestik Bertambah 6,4 Juta, Pasar Modal Kian Tahan Guncangan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon