ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor Alas Kaki Bakal Anjlok 40% Tersisa Hanya Rp 71,4 T

Senin, 3 April 2023 | 07:10 WIB
EF
WP
Penulis: Eva Fitriani | Editor: WBP
Ilustrasi sepatu.
Ilustrasi sepatu. (Huffington Post)

Jakarta, Beritasasatu.com- Nilai ekspor alas kaki diperkirakan bakal anjlok hingga 35%-40% pada 2023 menjadi US$ 4,64 miliar atau setara Rp 71,42 triliun, dibanding tahun lalu US$ 7,74 miliar. Pasalnya pesanan dari pasar utama seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa sudah jatuh sejak awal 2023.

"Tahun ini berat sekali, kemungkinan masih sampai 2024. Pasti secara akumulasi turun dibanding 2022, kemungkinan ekspor bisa turun 35%-40%," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Padahal, menurut Firman, kinerja ekspor alas kaki selama pandemi Covid-19 mengalami pertumbuhan, berbeda dengan sebagian industri lainnya yang mati suri. Pada 2020, ekspor alas kaki naik 8,96% menjadi US$ 4,8 miliar, dan tahun berikutnya melonjak 28,76% menjadi US$ 6,18 miliar. Ekspor tahun lalu masih meningkat 25,15% menjadi US$ 7,74 miliar.

ADVERTISEMENT

"Pada 2022 kita tumbuh cukup luar biasa, meski di pertengahan tahun mulai drop. Pesanan buyer mulai turun di pertengahan 2022, sehingga yang awalnya ekspektasi pertumbuhan kami lebih tinggi dari tahun sebelumnya, akhirnya menjadi 25%," tutur dia.

Firman mengungkapkan, penurunan order terus berlanjut hingga awal tahun ini. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga 2024. "Pasar dalam negeri tidak bisa menyubstitusi ekspor, karena karakteristik pasarnya beda. Untuk ekspor kita produk premium, sementara kalau pasar domestik bukan produk premium, jadi beda segmen," ujar dia.

Firman mengatakan lebih lanjut, tren saat ini bisa mendorong anak-anak muda membuat merek baru yang dapat masuk ke pasar domestik, baik secara online maupun offline. "Kesadaran masyarakat kita terhadap produk lokal cukup tinggi sekarang. Bahkan, ada merek lokal kita yang sudah bisa setara dengan merek-merek global. Secara kualitas, kita apa pun bisa," kata dia.

Di segmen menengah dan bawah, lanjut Firman, sudah banyak merek lokal yang telah memiliki nama dan pelanggan setia. Ini misalnya Fladeo, Yongki Komalandi, maupun Carvil. "Itu merek-merek lokal yang secara apresiasi dari sisi brand cukup tinggi di segmennya. Sementara untuk kelas menengah atas, kita juga punya beberapa brand yang sudah kuat seperti Buccheri," tutur dia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita sebelumnya mengatakan, pihaknya memiliki serangkaian program penguatan industri alas kaki di tengah bayang-bayang resesi global. Kemenperin menyiapkan mitigasi agar industri alas kaki nasional lebih tahan banting, dengan memperkuat rantai pasok dan menggarap potensi industri alas kaki di pasar domestik.

"Meskipun 2023 dihantui kembali resesi ekonomi dunia, pemerintah dalam hal ini Kemenperin sangat yakin industri alas kaki nasional mampu bertahan. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan fiskal maupun nonfiskal sebagai upaya mitigasi terhadap resesi," ujar dia.

Berita ini juga sudah tayang di Investor.id dengan judul: Ekspor Alas Kaki Bakal Anjlok 40%



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Airlangga Sebut Industri Alas Kaki Nasional Tahan Gejolak Global

Airlangga Sebut Industri Alas Kaki Nasional Tahan Gejolak Global

EKONOMI
Inovasi Dorong Daya Saing Industri Sepatu dan Alas Kaki Nasional

Inovasi Dorong Daya Saing Industri Sepatu dan Alas Kaki Nasional

EKONOMI
Ini Alasan Pemerintah Kebut Perjanjian Perdagangan Bebas

Ini Alasan Pemerintah Kebut Perjanjian Perdagangan Bebas

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon