Growth Hacking, Cara Pebisnis Bertahan di Tengah Ekonomi Sulit
Rabu, 5 April 2023 | 22:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perilaku konsumen yang selalu bergeser, mengharuskan perusahaan menghadirkan produk dan layanan yang relevan di pasar. Apalagi, bayang-bayang resesi global membuat perusahaan khususnya startup dituntut untuk memikirkan ulang strategi bisnis guna menjaga keberlangsungan.
Studi yang diterbitkan SBA office of Advocacy menunjukkan, secara statistik hanya 50% bisnis baru yang bisa bertahan selama lima tahun, dan 35% yang dapat bertahan selama 10 tahun.
Co-Founder Kanvasaur, Scarlattino Jacob mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang kerap jadi masalah utama dihadapi oleh bisnis baru untuk terus tumbuh berkembang di tengah sulitnya perekonomian.
"Pertama, menentukan strategi perusahaan yang tepat. Kedua, mencari sumber daya manusia yang berpengalaman, dan terakhir memiliki modal yang cukup untuk menjalankan kedua hal tersebut secara berkesinambungan," kata Scarlattino Jacob, di Jakarta, Rabu (5/4/2023).
Scarlattino Jacob menjelaskan, salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh bisnis baru untuk mengatasi tantangan ekonomi tersebut adalah growth hacking, yakni serangkaian kegiatan yang mengkombinasikan marketing, data, desain, analisis serta teknologi untuk menghasilkan peluang baru serta memperkuat produk dan layanan yang sudah ada melalui eksperimen.
Hasil akhir yang diharapkan dari strategi ini adalah meningkatkan jumlah pelanggan dan membuat brand lebih mampu bersaing dengan kompetitor.
"Strategi ini juga dapat diterapkan oleh perusahaan konvensional yang telah lama berdiri tetapi memiliki tuntutan untuk terus berinovasi dan menjaga relevansi di tengah bermunculannya perusahaan baru dengan bisnis serupa," jelasnya.
Strategi growth hacking, kata Scarlattino Jacob, dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dengan cepat. Namun, dalam prosesnya diperlukan pemilihan resources yang tepat serta perencanaan yang matang.
"Untuk itu, diperlukan identifikasi masalah yang paling penting dengan potensi keberhasilan yang besar. Adapun fokus utama tersebut dilandasi oleh data yang terukur dan termonitor secara rutin sesuai dengan aktivitas bisnis yang dilakukan," tandasnya.
Menurut Scarlattino Jacob, Kanvasaur membantu rekan bisnis untuk memfokuskan segala kegiatan dan sumber daya untuk meningkatkan performa satuan ukur utama atau primary metric seperti sales atau user growth, dengan mendeteksi berbagai masalah yang paling berpengaruh terhadap primary metric tersebut.
"Kanvasaur bukan penyedia consulting atau advisory, kami membangun strategi dan mengeksekusi segala aktivitas yang diperlukan guna mencapai target yang sudah ditentukan," tegasnya.
Chief of Growth Cakap, Margarita Tan, mengakui keberhasilan strategi growth hacking pada pertumbuhan education technology.
"Kondisi ekonomi saat ini mengharuskan perusahaan untuk mencari cara agar lebih efisien dan tetap mengoptimalkan hasil bisnis. Implementasi growth hacking dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dengan cepat dan kami percaya Kanvasaur merupakan rekan bisnis yang dapat membantu mewujudkan hal tersebut," bebernya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




