ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diserang Hacker, BSI Tetap Buka di Akhir Pekan dan Layani Calon Jemaah Haji

Sabtu, 13 Mei 2023 | 14:11 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi saat paparan kinerja BSI di Jakarta, Kamis, 27 April 2023.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi saat paparan kinerja BSI di Jakarta, Kamis, 27 April 2023. (b universe photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melakukan jemput bola nasabah calon jemaah haji dan tetap beroperasi pada akhir pekan agar nasabah bisa mendapatkan layanan. Hal ini dilakukan setelah layanan perbankan BSI diserang oleh kelompok hacker LockBit hingga sempat lumpuh.

"Pada Jumat kemarin, BSI sudah menginstruksikan setiap cabang turun ke lapangan dan menjemput bola agar seluruh calon jemaah haji bisa melunasi biaya haji 2023," kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Sabtu (13/5/2023).

Terkait layanan haji tahun 2023, BSI menyatakan bahwa pelunasan biaya calon jamaah haji telah mencapai 97,67% atau 157.775 orang calon jemaah. Pada Jumat (12/5/2023) BSI melayani pelunasan biaya haji sebanyak 4.303 calon jamaah, di mana sekitar 208 nasabah melakukan pelunasan melalui mobile banking yakni BSI Mobile.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, BSI menyiagakan sebanyak 434 kantor cabang se-Indonesia, dari Aceh hingga Papua, untuk membuka operasional pada akhir pekan ini, Sabtu-Minggu tanggal 13-14 Mei 2023. BSI membuka kegiatan operasional di luar hari kerja atau pada hari libur agar nasabah mendapatkan layanan yang dibutuhkannya.

Layanan yang diberikan antara lain layanan transaksi tarik dan setor, layanan pemindahbukuan. BSI juga membuka operasional pada akhir pekan ini untuk layanan customer care. Daftar kantor cabang yang membuka layanan pada akhir pekan dapat diketahui nasabah melalui BSI Call 14040.

Geng hacker LockBit mengaku sebagai aktor yang meretas layanan Bank Syariah Indonesia (BSI). HLayanan BSI sendiri sudah mengalami gangguan sejak Senin (8/5/2023), mulai dari mobile banking hingga ATM. Geng LockBit juga mengaku telah mencuri 15 juta catatan pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terabyte data internal. Mereka selanjutnya mengancam akan merilis semua data di web gelap jika negosiasi gagal. BSI memiliki waktu 72 jam sejak Jumat kemarin untuk membayar tebusan kepada LockBit.

Saat ini CISO (Chief Information and Security Officer) BSI tengah menggencarkan ronda siber. CISO akan melihat titik-titik weak point yang harus ditutup. "Itu adalah satu upaya untuk melindungi data-data nasabah," kata Hery.

Heri mengatakan seluruh layanan perbankan perseroan sudah berangsur normal dan pulih sejak Kamis (11/5) kemarin. BSI terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait, akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan comply terhadap aturan yang berlaku.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Milad ke-5, BSI Gelar

Milad ke-5, BSI Gelar "Langkah Emas" Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Merdeka Finansial

LIFESTYLE
Aplikasi BYOND BSI Lumpuh, Pengguna Keluhkan Layanan

Aplikasi BYOND BSI Lumpuh, Pengguna Keluhkan Layanan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon