ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: 2013, Ekonomi Indonesia Lebih Baik

Kamis, 28 Maret 2013 | 14:11 WIB
MP
B
Penulis: Merdhy Pasaribu | Editor: B1
Ilustrasi pembangunan proyek properti dalam rangka pertumbuhan ekonomi.
Ilustrasi pembangunan proyek properti dalam rangka pertumbuhan ekonomi. (Antara)

Mataram - Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2012.

"Perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,3% -6,8% dan tingkat inflasi 4,5% plus minus 1%. Ini lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi 2012 yang mencapai 6,2%," kata Deputi Gubernur BI terpiih Perry Warjiyo pada acara diskusi "Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2012", di Mataram, NTB, Kamis (28/3).

Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi 2013 tersebut didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat dengan dukungan populasi dan struktur demografi yang didominasi usia produktif dan semakin meningkatnya jumlah kelas menengah.

Selain itu, kata Perry,aktivitas terkait kegiatan persiapan Pemilu 2014 diperkirakan juga akan memberikan dorongan bagi kegiatan ekonomi domestik. Ekspor diperkirakan akan tumbuh lebih tingggi sejalan dengan membaiknya perekonomian dunia dan meningkatnya harga komoditas global.
Tantangan

ADVERTISEMENT

Namun, Perry mengingatkan sejumlah tantangan dan risiko perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan.

Dari sisi domestik, lanjut dia, konsumsi BBM yang terus meningkat di tengah semakin menurunnya produksi migas akan memberikan tekanan terhadap transaksi neraca berjalan dan kondisi keuangan pemerintah akibat meningkatnya subsidi.

Dalam merespon tantangan perekonomian ke depan, kata Perry, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan lima pilar.

Pertama, kebijakan moneter diarahkan agar suku bunga tetap mampu merespons pergerakan inflasi sesuai dengan sasaran. Kedua, kebijakan nilai tukar diarahkan untuk menjaga pergerakan nilai tukar sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem keuangan. Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan. Kelima, penguatan koordinasi BI dengan pemerintah dalam mendukung pengelolaan ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

MULTIMEDIA
Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

EKONOMI
Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

EKONOMI
BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon