Kenaikan Harga Telur Tidak Berdampak Signifikan pada Inflasi
Selasa, 30 Mei 2023 | 07:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat beberapa pekan terakhir mengeluhkan harga telur ayam yang meroket hampir di semua daerah. Namun, kenaikan ini tidak akan signifikan mendorong inflasi, terutama inflasi Mei 2023 yang bakal diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Juni 2023.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan kenaikan harga telur yang terjadi beberapa pekan terakhir di bulan Mei 2023 diprediksi tidak akan mendorong kuat terhadap inflasi.
"Meskipun harga telur telur naik, tapi kontribusi ke basket inflasinya tidak besar," kata Faisal ketika dihubungi Beritasatu.com, Selasa (30/05/2023).C
Menurut Faisal, inflasi Mei yang rendah salah satunya disebabkan daya beli masyarakat yang masih menurun.
"Secara umum inflasi bulan Mei diprediksi masih akan rendah di bawah 0,1% secara bulanan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan daya beli masyarakat yang masih rendah," kata dia.
Bahkan kata Faisal, berdasarkan riset yang dilakukan sejak Januari hingga April 2023 realisasi inflasi tercatat rendah, mendekati kondisi pandemi Covid - 19 pada tahun 2021.
"Sejak Januari sampai terakhir April (lebaran) inflasi rendah, mendekati kondisi pandemi tahun 2021. Saya curiga karena demand-nya melemah, daya beli lagi turun," kata dia lebih lanjut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




