Hutama Karya Garap Tiga Proyek Jalan Tol Waskita Karya
Rabu, 7 Juni 2023 | 05:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian BUMN menambah penugasan kepada PT Hutama Karya (Persero) dengan melimpahkan tiga proyek tol garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Hutama Karya dijanjikan mendapat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai tambahan pada Tahun Anggaran (TA) 2024 sebesar Rp 12,5 triliun.
PMN Rp 12,5 triliun tersebut rencananya digunakan Hutama Karya untuk menuntaskan pembangunan ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung).
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, proyek Tol Kapal Betung merupakan pembangunan tol paling berat yang dikerjakan oleh Waskita Karya. Selain itu, ada pula dua ruas tol lainnya yakni Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan Tol Bocimi.
Menurut Kartika, Tol Kapal Betung tergolong berat di antara pembangunan ruas-ruas tol lain di proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) lantaran lahan yang digunakan merupakan gambut.
"Kita sudah taruh duit Rp 17 triliun di proyek itu tapi belum selesai juga," ucap Kartika di Jakarta, Selasa (6/6/2023).
Selain berat dari sisi tantangannya, pria yang biasa disapa Tiko ini menerangkan, tiga ruas tol tersebut termasuk tol dengan internal rate of return yang rendah (IRR) sehingga untuk mencapai nilai keekonomiannya bakal memakan waktu lama.
"Makanya, restrukturisasi utang bank dan obligasi Waskita Karya dipastikan selesai dulu karena IRR tolnya masih rendah sehingga akan sulit untuk didivestasi. Kalaupun mau dipaksakan sekarang dilelang kan enggak ada nilainya juga, karena jalan tolnya belum selesai," kata dia.
Tiko menambahkan, Hutama Karya saat ini memiliki beban berat untuk menyelesaikan proyek JTTS. Biarpun demikian, tiga proyek tol - Kapal Betung, Bocimi, dan Becakayu merupakan proyek-proyek prioritas untuk segera diselesaikan oleh perseroan.
"Kita akan selesaikan tiga proyek tol tersebut lewat Hutama Karya. Kita ajukan peraturan presiden (Perpres) baru untuk penugasan tambahan kepada perseroan dengan penambahan PMN," tandasnya.
Sementara itu, EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo menyatakan, perseroan mendukung penuh program yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN.
"Jadi, prinsipnya kami mendukung program dari pemegang saham untuk penyehatan BUMN Karya," tutur Tjahjo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras





