ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kepulauan Natuna Dianggap Berpotensi Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi RI

Senin, 19 Juni 2023 | 10:11 WIB
A
WP
Penulis: Antara | Editor: WDP
Wisatawan menyelam di gua bawah air Pulau Senoa, Natuna, Kepulauan Riau, 30 Juli 2017.
Wisatawan menyelam di gua bawah air Pulau Senoa, Natuna, Kepulauan Riau, 30 Juli 2017. (Antara/M Agung Rajasa)

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, angka wisatawan yang berkunjung ke Natuna tergolong masih rendah, dimana pada tahun 2022 angka tersebut hanya naik 34% dari tahun sebelumnya. Kepulauan Natuna kaya akan Sumber Daya Alam khususnya di sektor pariwisata sehingga diperlukan penyiapan dari sisi promosi, SDM yang andal, dan menyiapkan masyarakat secara budaya untuk mendukung pengembangan industri ini.

"Tercatat hingga tahun lalu, hanya ada 57 wisatawan yang berkunjung ke Natuna dan biasanya periode kunjungan tersebut hanya berjalan dalam waktu singkat. Maka dari itu perlu dukungan dari berbagai pihak untuk dapat mewujudkan Natuna sebagai salah satu tujuan utama destinasi wisata di Indonesia," papar Eko Listiyanto, selaku Executive Director Center of Macroeconomics and Finance of Indef.

Dengan kondisi Kepulauan Natuna yang sebagian besar terdiri dari lautan (sekitar 80%) dan hanya memiliki sekitar 20% wilayah daratan, penting bagi pemerintah pusat untuk memberikan perhatian yang cukup agar Natuna tidak terjebak dalam kategori "3T" (terluar, tertinggal, dan terdepan). Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, investor, asosiasi, komunitas dan masyarakat setempat sangat penting untuk memajukan potensi yang ada di Kepulauan Natuna.

ADVERTISEMENT

"Meskipun dikenal dengan kekayaan laut yang melimpah, faktanya pemerintah Natuna hanya dapat mengelola wilayah daratannya. Dengan anggaran yang terbatas, pemerintah daerah membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat dan investor untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh Natuna," ujar Sofyan Herbowo, selaku perwakilan Invest SEA di Indonesia.

Pandangan dan aspirasi yang disampaikan dalam FGD ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat untuk memajukan pembangunan Natuna secara berkelanjutan dan inklusif. Kesimpulan yang diperoleh dari diskusi ini akan menjadi dasar perumusan strategi dan rencana aksi komprehensif yang selaras dengan visi dan misi Natuna.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon