Temasek Kapok Investasi Kripto, Bitcoin Masih Tertahan di US$ 30.000
Rabu, 12 Juli 2023 | 08:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pasar kripto mengalami peningkatan dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin menguat, namun tetap bertahan di level US$ 30.000. Di sisi lain, Binance Coin mengalami kenaikan, sementara Ethereum terkoreksi.
Data dari Coinmarketcap pada Rabu pagi (12/7/2023) pukul 06.50 WIB menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar kripto global naik 0,51% menjadi US$ 1,19 triliun dalam 24 jam. Bitcoin (BTC), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, menguat 0,72% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin berada di level US$ 30.616,32 per koin atau sekitar Rp 464,17 juta.
Binance Coin (BNB) juga mengalami kenaikan pada pagi ini. Harga BNB naik 1,46% dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, BNB berada di level US$248,17 per koin. Namun, Ethereum (ETH) mengalami penurunan sebesar 0,17% dalam 24 jam. Harga ETH saat ini adalah US$1.877,91 per koin.
BACA JUGA
Inggris Tutup 26 ATM Kripto
Secara historis, bulan Juli memiliki performa yang kuat bagi Bitcoin. Sejak tahun 2014, BTC telah mengalami kenaikan rata-rata 0,39% di bulan Juli, menjadi yang tertinggi ketiga di antara semua bulan. Namun, data tahun 2023 menunjukkan bahwa kenaikan harian rata-rata di bulan Juli hanya sebesar 0,03%.
Perusahaan investasi asal Singapura, Temasek, mengumumkan bahwa mereka tidak berencana untuk berinvestasi di perusahaan kripto mengingat ketidakpastian regulasi di sektor tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Investasi Temasek, Rohit Sipahimalani, dalam wawancara dengan CNBC Internasional.
Sipahimalani menambahkan bahwa Temasek tidak pernah memiliki niat untuk berinvestasi di cryptocurrency. Investasi di FTX dilakukan oleh Temasek untuk memperoleh pendapatan berbasis biaya, bukan untuk mendapatkan keuntungan dari aset kripto yang memiliki risiko tinggi.
Pada hari Selasa, Temasek melaporkan kinerja investasinya yang terburuk sejak tahun 2016, dipengaruhi oleh tantangan makroekonomi dan geopolitik. Pada pertengahan November tahun lalu, Temasek mengumumkan bahwa mereka akan menghapus-bukukan investasi senilai US$ 275 juta di FTX menjadi nol.
FTX, bursa kripto berbasis di Amerika Serikat, mengalami kebangkrutan pada bulan yang sama. Perusahaan ini memiliki lebih dari 100.000 kreditor dan kewajiban antara US$ 10 miliar hingga US$ 50 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




