Perlu Standardisasi dan Batasan Jelas untuk Influencer Kripto
Jumat, 10 April 2026 | 17:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Influencer atau pemengaruh dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi sekaligus membentuk persepsi publik yang lebih positif terhadap aset kripto seiring meningkatnya konsumsi informasi digital di masyarakat.
Chief Executive Officer (CEO) Indodax William Sutanto mengatakan, keberadaan influencer tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri kripto di Indonesia. Namun, ia menekankan perlunya standardisasi dan batasan yang jelas dalam praktik penyebaran informasi.
“Platform seperti Instagram, YouTube, Twitter, dan lainnya banyak dimanfaatkan oleh para influencer untuk menyampaikan berita. Di sisi lain, ini juga menjadi ladang bisnis karena mencakup aktivitas pemasaran, distribusi informasi, serta edukasi,” ujar William dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Dalam salah satu sesi Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026, ia menilai kontribusi influencer selama ini cukup penting dalam pertumbuhan industri kripto, terutama dalam menjembatani kompleksitas informasi agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, aset kripto merupakan topik yang cukup teknis dan memiliki banyak proyek di dalamnya. Tanpa peran pihak yang mengedukasi publik, pesan yang disampaikan berpotensi tidak tersampaikan secara tepat.
“Ekosistem kripto di Indonesia tidak akan berkembang seperti saat ini tanpa kontribusi influencer dan content creator yang turut menggaungkan pasar kripto,” katanya.
Namun demikian, William menegaskan perlunya pengawasan terhadap akun-akun anonim yang berpotensi menyebarkan misinformasi atau melakukan black campaign terhadap industri kripto.
Ia menyebut, seiring berkembangnya industri, muncul akun-akun anonim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan namun memiliki pengaruh besar di ruang digital. Dalam beberapa kasus, termasuk yang dialami Indodax, akun tersebut disebut melakukan pencemaran nama baik dan kampanye negatif yang merugikan perusahaan maupun individu.
“Oleh karena itu, diperlukan pengaturan dan pengawasan yang lebih ketat agar ekosistem kripto tetap sehat dan berintegritas,” ujarnya.
William menambahkan, peran influencer tetap penting dalam menyebarkan edukasi kepada masyarakat, tetapi harus diimbangi dengan aturan yang jelas agar tidak merugikan publik.
Menurutnya, dalam konteks aset finansial, selalu ada pihak yang berpotensi memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu yang merugikan. Karena itu, ia mendukung adanya pengaturan dari otoritas agar industri tetap terkendali dan masyarakat terlindungi.
“Di sisi lain, edukasi yang dilakukan influencer dan content creator tetap perlu berjalan selama berada dalam koridor yang jelas dan tidak merugikan pihak lain,” kata William.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




