ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

The Fed Lanjut Pertahankan Suku Bunga di 5,25%-5,5%

Kamis, 2 November 2023 | 06:56 WIB
WP
WP
Penulis: Winda Destiana Putri | Editor: WDP
Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell
Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam rentang 5,25% hingga 5,5% dalam pertemuan yang digelar pada tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2023 kemarin.

Keputusan ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu 22 tahun The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dalam posisi ini, mengacu pada kuatnya kinerja ekonomi AS.

Dikutip Reuters Kamis (2/11/2023) The Fed menyatakan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga stabil didasarkan pada perkembangan positif dalam ekonomi AS. Para pejabat bank sentral ini secara bulat sepakat untuk menjaga suku bunga acuan dalam kisaran yang sama seperti yang telah ditetapkan sejak bulan Juli.

ADVERTISEMENT

"Aktivitas ekonomi berkembang dengan kecepatan yang kuat pada kuartal ketiga," kata Bank Sentral AS.

Hal ini juga tercermin dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang mencapai 4,9% pada kuartal III tahun 2023.

Peter Cardillo, seorang ekonom dari Pasar Spartan Capital Securities, menganggap bahwa kebijakan The Fed dalam mempertahankan suku bunga secara berturut-turut menjadi sinyal bahwa suku bunga acuan kemungkinan besar tidak akan mengalami perubahan hingga akhir tahun. Dia juga menekankan bahwa meskipun ada pandangan bahwa kampanye kenaikan suku bunga oleh The Fed telah selesai, kondisi keuangan yang semakin ketat melalui suku bunga berbasis pasar yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perekonomian dan pasar tenaga kerja AS lebih kuat dari yang diperkirakan.

"Ini menjaga peluang kenaikan suku bunga berikutnya tetap terbuka," kata dia.

Dalam pernyataan sebelumnya, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell menyatakan bahwa The Fed akan melanjutkan atau bergerak dengan hati-hati dalam kebijakan suku bunga. Ini menunjukkan bahwa bank sentral tidak akan lagi mengambil langkah-langkah besar dalam kebijakan yang semakin ketat. Powell juga mencatat bahwa kata "hati-hati" menandakan keputusan memperpanjang jeda tidak bersifat permanen.

Dalam pernyataan terbarunya, Powell juga menekankan pentingnya kesabaran dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih lanjut. Hal ini memberikan petunjuk bahwa The Fed tetap mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan, meskipun penurunan suku bunga belum terlihat dalam waktu dekat.

Dengan demikian, kebijakan moneter The Fed tetap berfokus pada menjaga stabilitas ekonomi AS sambil tetap memantau perkembangan yang terus berubah di pasar global. Keputusan ini mencerminkan keyakinan dalam kinerja ekonomi AS yang kuat saat ini, sambil menjaga fleksibilitas dalam menghadapi potensi tantangan di masa depan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Perintahkan Bunga Kredit Prasejahtera di Bawah 9 Persen

Prabowo Perintahkan Bunga Kredit Prasejahtera di Bawah 9 Persen

EKONOMI
Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

EKONOMI
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

EKONOMI
The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

EKONOMI
Harga Perak Dunia Ikut Naik 3,15 Persen Ditopang Sentimen Selat Hormuz

Harga Perak Dunia Ikut Naik 3,15 Persen Ditopang Sentimen Selat Hormuz

EKONOMI
Harga Emas Dunia Menguat setelah Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka

Harga Emas Dunia Menguat setelah Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon