Hatta: krisis Mesir tak berdampak pada harga minyak
Jumat, 4 Februari 2011 | 09:47 WIBPemerintah juga masih akan menggunakan asumsi harga minyak dalam APBN US$ 80 per barel.
Pemerintah menyatakan, krisis di Mesir tidak akan berampak pada kenaikan harga minyak dunia karena Mesir bukan negara eksportir minyak mentah.
"Tidak begitu besar pengaruhnya," kata Menko Perekonomian Hatta Raiasa di kantor kepresidenan, Jakarta, hari ini.
Pemerintah, kata Hatta optimistis harga minyak mentah dunia bakal turun karena organisasi pengekspor minyak OPEC berkomitmen meningkatkan produksi sampai 1,5 juta barel.
"Jadi sebetulnya, fundamental demand dan supply cukup. Sehingga kami harapkan kenaikan ini tidak akan panjang," kata dia.
Pada kesempata yang sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan kenaikan harga minyak dunia bersifat sementara, sehingga pemerintah masih mempertahankan asumsi harga minyak dalam APBN sebesar US$ 80 per barel.
"Memang harga naik tapi seandainya harga itu naik, kami masih menyakini bersifat temporer nanti akan stabil kembali," kata Agus.
Meski demikian dia menjanjikan terus melakukan pemantauan harga minyak dunia sehingga bisa melakukan perubahan asumsi jika sangat mendesak. "Kalau nanti berdasarkan perubahan, kami akan menyampaikan. tapi belum sampai pada perubahan," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




