Gerindra menilai APBN salah urus
Selasa, 26 Juli 2011 | 12:00 WIBPengelolaan APBN tidak membawa masyarakat sejahtera.
Partai Gerindra menilai pemerintah telah salah mengurus APBN sehingga tidak memberi dampak bagi kesejahteraan rakyat.
"Pengelolaan APBN jauh panggang dari api. APBN tak memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan rakyat," kata Ketua Badan Komunikasi partai Gerindra, Fadli Zon di Jakarta, hari ini.
Dia menyebutkan, sejumlah indikasi.
Antara lain pertumbuhan ekonomi belum mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, dan kemiskinan.
Fadli berpendapat, pertumbuhan hanya terjadi di sektor konsumsi, sementara penerimaan negara melalui pajak belum maksimal, dengan rasio pajak 12 hingga 13 persen yang lebih rendah dibandingkan Malaysia dan Thailand.
"Tax ratio Indonesia hanya lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kamboja, Bangladesh dan Pakistan," katanya.
Indikasi lainnya, menurut Fadli, adalah penyerapan anggaran yang tidak rasional atau rata-rata hanya sekitar 62 persen sebulan menjelang tahun anggaran berakhir.
Dia juga membeberkan, pos-pos anggaran belanja tidak efektif, pembangunan tak memiliki fokus yang jelas dan korupsi makin merajalela.
Mengutip hasil survei PERC, Fadli menyatakan Indonesia mencetak angka 9,7 dari angka 10 sebagai negara yang paling korup.
Menurut Fadli, Gerindra sudah mengkaji soal APBN ini dengan menggunakan data dari Kementerian Keuangan, BI dan BPS mulai tahun 2005 hingga 2011.
Menurut Fadli, Gerindra sudah mengkaji soal APBN ini dengan menggunakan data dari Kementerian Keuangan, BI dan BPS mulai tahun 2005 hingga 2011.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




