IMF: Pertumbuhan Indonesia Melandai
Rabu, 21 September 2011 | 08:50 WIBDana Moneter International (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan di bawah trend dan melandai seiring dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.
IMF dalam laporannya yang berjudul World Economic Outlook, seperti dikutip Beritasatu.com hari ini, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,4 persen tahun ini dan 6,3 persen tahun depan.
Sebagai perbandingan, pemerintah memperkirakan pertumbuhan sebesar 6,5 persen pada tahun 2011 dan 6,7 persen pada tahun 2012. Sedangkan tahun lalu ekonomi Indonesia tumbuh 6,1 persen, setelah agak melambat di tahun 2009 dengan hanya tumbuh 4,9 persen.
IMF melihat pertumbuhan Indonesia masih akan ditopang oleh tingginya konsumsi dalam negeri dan tumbuhnya investasi.
Di sisi lain dukungan ekspor terhadap pertumbuhan akan sedikit kendor, walau harga komoditas masih cukup baik.
Secara khusus, IMF menyoroti lambatnya penyerapan anggaran negara terutama di bidang infrastruktur.
Dalam laporan ini IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 7 persen pada tahun 2016, atau dua tahun lebih lambat dari sasaran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut IMF beberapa kebijakan kunci perlu diambil pemerintah agar pertumbuhan tahun 2012 s.d. 2016 dapat tercapai.
Kebijakan-kebijakan tersebut adalah "perbaikan implementasi anggaran untuk efektivitas kebijakan fiskal, pengurangan subsidi energi melalui kenaikan harga
secara bertahap, dan peningkatkan pendapatan negara untuk menciptakan ruang bagi pengembangan infrastruktur."
Sementara itu IMF memperkirakan ekonomi dunia masih bisa tumbuh 4 persen tahun 2011 dan 2012, atau lebih lambat dibandingkan tahun lalu yang 5.1 persen.
Dengan catatan, jika negara-negara Eropa bisa menemukan solusi untuk masalah utang mereka dan Amerika Serikat bisa melakukan stimulasi ekonomi dan pengurangan utang secara seimbang.
Tanpa kedua hal tersebut, IMF memperkirakan akan ada resesi baru yang akan berdampak parah bagi negara-negara di luar Eropa dan Amerika Serikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




