Soal TKI, Kemnakertrans: Jangan Kirim "Sampah" ke Luar Negeri
Selasa, 4 Juni 2013 | 18:05 WIB
Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) meminta Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) dan lembaga pemerintah terkait agar tidak mengirim tenaga kerja Indonesia (TKI) terutama pekerja rumah tangga yang tidak mempunyai skill.
"Jangan mengirim orang yang tidak mempunyai kualitas. Kalau itu yang dilakukan sama saja mengirim sampah ke luar negeri. Jadi jangan kirim sampah," tegas Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Bina Latas), Kemnakertrans, Wahab Bangkona, dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Metodologi Pelatihan dan Sertifikasi Instruktur BLKLN Tingkat Nasional Tahun 2013 di Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Cevest, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/6).
Acara itu terselenggara atas kerjasama antara Direktorat Pembinaan Instruktur dan Tenaga Kepelatihan (Bina Intala) Ditjen Binalatas Kemnakertrans, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga kerja Indonesia (BNP2TKI ), dan Asosiasi Pengelola Pelatihan TKI Luar Negeri (AP2TKILN). Turut hadir dalam acara itu adalah Direktur Bina Intala, Nora Ekaliana, dan Ketua AP2TKILN, Eko Pranoto.
Menurut Wahab, permasalahan yang menimpa TKI di luar negeri lantaran TKI tidak dididik dan dilatih dulu sebelum dikirim ke luar negeri. "Akibatnya mereka tak tahu bahasa negeri penempatan, budaya negara penempatan dan tidak mempunyai keahlian yang akan dikerjakan," kata Wahab.
Permasalahan lain, kata Wahab, adalah TKI yang dikirim ke luar tidak semua sehat secara fisik dan jiwa. "Akibatnya sampai di luar negeri sakit-sakitan bahkan meninggal dunia di negara orang," kata dia.
Wahab menegaskan, selama ini TKI yang dikirim ke luar negeri dibuatkan sertifikat yang menerangkan TKI bersangkutan mempunyai skill tertentu. Padahal, kenyataannya sertifikat itu dibuat tak sesuai kenyataan.
Untuk itulah, kata Wahab, Dirjen Bina Latas berusaha membenahi ini semua dengan mencetak instruktur. "Semua calon TKI yang akan dikirim ke luar negeri harus melalui pelatihan di Balai Latikan Kerja Luar Negeri yang diselengarakan Dirjen Binalatas bersama AP2TKILN," kata Wahab.
Latih Instruktur
Direktorat Bina Intala bekerjasama dengan BNP2TKI dan APTKILN mulai Selasa (4/6) melakukan pelatihan dan pendidikan 50 orang instruktur untuk melatih dan mendidik calon TKI pekerja rumah tangga yang dikirim ke luar negeri di Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Cevest. "Mereka dididik dan dilatih selama 52 jam," kata Eko Pranoto. 
Eko menambahkan, pelatihan instruktur untuk calon TKI penting karena rendahnya mutu TKI pekerja rumah tangga yang dikirim ke luar negeri.
Menurut Nora Ekaliana, dengan adanya Instruktur yang bersertifikat, maka calon TKI benar-benar dipersiapkan dengan matang sebelum dikirim keluar negeri."Sehingga program Pak Muhaimin,"jangan berangkat sebelum siap"benar-benar terwujud,tidak hanya slogan belaka," Kata Nora.
Nora Menjelaskan,dari 60 yang dilatih menjadi instruktur ini adalah sebagian mantan TKI pekerja rumah tangga yang mempunyai pengalaman disejumlah Negara penempatan."Pendidik mereka ada yang ikut pelatihan sekarang ini adalah SMA,S1 dan S2,"kata dia.
Menurut Eko Pranoto, pelatihan yang dijalankan di BBLK Cevest ini akan laksanakan berkali-kali ke depan. "Setelah 50 orang ini, akan dilaksanakan 50 orang lagi beberapa bulan ke depan. Kita cetak sebanyak-banyaknya instruktur," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




