ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI Penerima Investasi Terbesar Industri Hilir Pertanian

Rabu, 26 Juni 2013 | 15:13 WIB
E
WP
Penulis: EF | Editor: WBP
Pekerja mengangkat beras di gudang Bulog, Jakarta.
Pekerja mengangkat beras di gudang Bulog, Jakarta. (Investor Daily)

Nusa Dua - Indonesia menjadi negara penerima investasi terbesar di kawasan Asia Tenggara di sektor industri hilir pertanian maupun pertambangan selama periode 2010 hingga triwulan I-2013.

Bahkan, di tingkat dunia, Indonesia hanya kalah dari Amerika Serikat (AS) dan China dalam penerimaan investasi di sektor industri hilir pertanian.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga mengatakan, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berhasil mengungguli Vietnam dan Singapura dalam menyerap investasi terbesar di sektor industri hilir pertanian. Investasi sektor industri hilir pertanian mencakup industri makanan, tembakau, karet, tekstil, dan kertas.

Indonesia juga berada di posisi keenam negara tujuan investasi di sektor industri hilir pertambangan. "Industri ini meliputi industri kimia, pupuk, semen, mineral logam dan nonlogam, serta besi dan baja," kata Himawan dalam konferensi pers acara Gelar Potensi Daerah dan Seminar Nasional Investasi 2013 yang diselenggarakan oleh BKPM, di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/6).

ADVERTISEMENT

Adapun total realisasi investasi di sektor industri hilir pertanian sejak 2010 hingga kuartal I-2013 yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 12,4 miliar atau 13,1 persen dari total investasi. Singapura, Taiwan, dan Jepang adalah tiga negara sumber investasi terbesar di sektor ini.

Pada periode sama, sektor industri hilir pertambangan menyerap investasi US$ 17,9 miliar atau 18,9 persen dari total realisasi investasi. Tiga negara investor terbesar adalah Korea Selatan, Inggris, dan Australia.

Adapun acara GPID dan SNI ini dihadiri oleh 13 investor asal Taiwan, tujuh dari Australia, 2 dari Jepang, dan juga investor dari Afrika Selatan, Kanada, dan Rusia.

Banyak Tidak Serius
Sementara itu, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, banyak investor terlihat tidak serius dalam membangun pemurnian dan pengolahan (smelter) meski telah diwajibkan oleh pemerintah. Dari 254 investor yang mengajukan pembangunan smelter, kajian ESDM menunjukkan hanya 21 yang benar-benar serius.

Padahal, pemerintah baru mewajibkan pengolahan enam komoditas logam untuk diolah di dalam negeri. "Dari 22 jenis logam, 16 jenis logam harus diolah di dalam negeri, tapi kami memprioritaskan enam komoditas logam dulu, yakni bauksit, tembaga, nikel, mangan, bijih besi," kata Susilo.

Pemerintah, menurut Susilo, memberi kelonggaran bagi investor yang memang berkomitmen membangun smelter. Bentuk pelonggaran itu berupa investor masih bisa diperbolehkan mengekspor secara mentah pada 2014, sepanjang smelternya sudah mulai dibangun, namun belum selesai pada 2014.

Pemerintah juga memberi keleluasaan bagi pemegang izin usaha pertambangan untuk membentuk usaha patungan dalam membangun smelter.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wagub Jatim: Hilirisasi Tembaga-Emas, Tumpuan Indonesia Berkompetisi

Wagub Jatim: Hilirisasi Tembaga-Emas, Tumpuan Indonesia Berkompetisi

JAWA TIMUR
India Minati Investasi Hilirisasi Logam di Indonesia

India Minati Investasi Hilirisasi Logam di Indonesia

EKONOMI
Smelter Berhenti Beroperasi, Dirut Freeport Janji Tak Ada PHK

Smelter Berhenti Beroperasi, Dirut Freeport Janji Tak Ada PHK

EKONOMI
Selain Bandara IMIP, Gubernur Sulteng Soroti Perusahaan Smelter

Selain Bandara IMIP, Gubernur Sulteng Soroti Perusahaan Smelter

NUSANTARA
Masih Impor Alumunium, Bahlil Dukung Pembangunan Smelter Bauksit

Masih Impor Alumunium, Bahlil Dukung Pembangunan Smelter Bauksit

EKONOMI
Fakta-fakta Kunjungan Prabowo ke Smelter Timah Sitaan Rp 300 Triliun

Fakta-fakta Kunjungan Prabowo ke Smelter Timah Sitaan Rp 300 Triliun

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon