Konsumsi Premium di Atas Kuota September
Selasa, 4 Oktober 2011 | 22:46 WIB
Penggunaan bensin premium tahun ini telah melampaui kuota tahun ini sebesar tiga persen.
Konsumsi BBM bersubsidi jenis premium hingga September lalu sudah melampaui kuota tahun ini sebesar tiga persen. Ini terjadi akibat pertumbuhan kendaraan bermotor serta pengalihan penggunaan dari pertamax ke premium.
Menurut data realisasi penggunaan premium yang diumumkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sampai September lalu, konsumsi Premium telah mencapai 18,8 juta kiloliter, jumlah tersebut diatas kuota 2011 sebesar 18,2 juta kiloliter.
"Saat ini rupiah melemah, jadi harga pertamax naik. Hal ini memicu perpindahan dari pertamax ke premium," kata Tubagus Haryono, Kepala BPH Migas, di Jakarta, hari ini.
Kuota premium untuk keseluruhan tahun dijatah sebesar 24,6 juta kiloliter. Sementara untuk solar dijatah sebesar 14,2 juta kiloliter dan minyak tanah dijatah sebesar 1,0 juta kiloliter. Seperti premium, solar juga melebihi kuota sebesar 2,4 persen dari Januari hingga September lalu.
Beberapa waktu yang lalu, Tubagus mengatakan bahwa dengan pengaturan yang tidak ketat, maka konsumsi BBM bersubsidi dapat membengkak hingga 41 sampai 42 juta kiloliter. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kuota yang telah disetujui oleh DPR dan Pemerintah dalam APBN-P sebesar 40,49 juta kiloliter.
Konsumsi BBM bersubsidi jenis premium hingga September lalu sudah melampaui kuota tahun ini sebesar tiga persen. Ini terjadi akibat pertumbuhan kendaraan bermotor serta pengalihan penggunaan dari pertamax ke premium.
Menurut data realisasi penggunaan premium yang diumumkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sampai September lalu, konsumsi Premium telah mencapai 18,8 juta kiloliter, jumlah tersebut diatas kuota 2011 sebesar 18,2 juta kiloliter.
"Saat ini rupiah melemah, jadi harga pertamax naik. Hal ini memicu perpindahan dari pertamax ke premium," kata Tubagus Haryono, Kepala BPH Migas, di Jakarta, hari ini.
Kuota premium untuk keseluruhan tahun dijatah sebesar 24,6 juta kiloliter. Sementara untuk solar dijatah sebesar 14,2 juta kiloliter dan minyak tanah dijatah sebesar 1,0 juta kiloliter. Seperti premium, solar juga melebihi kuota sebesar 2,4 persen dari Januari hingga September lalu.
Beberapa waktu yang lalu, Tubagus mengatakan bahwa dengan pengaturan yang tidak ketat, maka konsumsi BBM bersubsidi dapat membengkak hingga 41 sampai 42 juta kiloliter. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kuota yang telah disetujui oleh DPR dan Pemerintah dalam APBN-P sebesar 40,49 juta kiloliter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




