BPH Migas Pastikan Stok BBM Aceh Tamiang Aman
Senin, 16 Februari 2026 | 13:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dalam kondisi aman untuk mendukung pemulihan ekonomi warga pascabencana.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan, seiring proses pemulihan pascabencana, seluruh SPBU di Aceh Tamiang telah kembali beroperasi normal.
“Pulihnya layanan distribusi BBM ini menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas warga serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak,” ujar Wahyudi dilansir dari Antara, Senin (16/2/2026).
Ia menyampaikan hal tersebut setelah melakukan pengecekan langsung operasional SPBU sekaligus mengevaluasi penyediaan dan penyaluran BBM di wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang pada Sabtu (14/2/2026). Pemantauan dilakukan di tiga SPBU yang berlokasi di Alur Bemban, Tanah Terban, dan Seumadam.
Saat banjir melanda, dua SPBU di Alur Bemban dan Tanah Terban sempat terendam air. Setelah kembali beroperasi, kedua SPBU tersebut langsung melayani masyarakat di wilayah terdampak. Di Kabupaten Aceh Tamiang terdapat tujuh SPBU. Saat ini, seluruh SPBU telah kembali beroperasi sesuai regulasi.
“BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan pengecekan fisik di dua SPBU yang melayani langsung masyarakat terdampak bencana,” kata Wahyudi.
Selanjutnya, pemantauan dilanjutkan ke SPBU di wilayah Seumadam yang juga berfungsi sebagai SPBU penyangga untuk penyaluran BBM di daerah bencana.
“Penyangga ini artinya saat terjadi gangguan di SPBU yang langsung melayani wilayah bencana, kebutuhan dapat dipenuhi atau ditopang oleh SPBU ini. Dalam rangka pemulihan bencana, stok dan distribusi atau penyaluran BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, berjalan lancar,” jelasnya.
Dari sisi pasokan, stok BBM dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Menurut Wahyudi, masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan dukungan ketersediaan BBM, baik BBM subsidi, kompensasi negara, maupun jenis BBM umum lainnya.
Selain memastikan keamanan pasokan dan distribusi, BPH Migas juga melakukan uji mutu serta akurasi volume BBM yang keluar dari nozzle SPBU melalui pengujian berat jenis atau densitas.
“Setelah melakukan monitoring di tiga SPBU serta evaluasi, stok BBM tersedia dan terpenuhi oleh Pertamina Patra Niaga. Kami juga melakukan uji tera, pengecekan warna, dan densitas. Seluruhnya masih dalam ambang batas toleransi yang ditetapkan. Secara fisik, BBM subsidi dan kompensasi negara memiliki kualitas warna yang sama. Secara regulasi, semua terpenuhi,” tegas Wahyudi.
Pemantauan tersebut turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa serta didampingi Sales Area Manager PPN Retail Aceh Misbah Bukhori dan Sales Branch Manager PPN Aceh II Fuel Ferdi Kurniawan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




