ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Amran Dorong BUMN Pangan Hilirisasi Biofuel hingga Ayam

Senin, 30 Maret 2026 | 17:07 WIB
EM
MK
Penulis: Erfan Maruf | Editor: MBK
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Beritasatu.com/Muhammad Farhan)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong akselerasi hilirisasi menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, arah kebijakan tersebut mencerminkan visi besar pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan dan energi secara simultan.

Di sektor pangan, pemerintah mencatat capaian signifikan dengan stok beras nasional mencapai 4,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Angka ini bahkan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton pada bulan depan, meski kapasitas gudang yang tersedia hanya sekitar 3 juta ton sehingga memerlukan tambahan fasilitas penyimpanan.

“Jadi Alhamdulillah bulan suci Ramadan bukan harga beras menjadi penyumbang inflasi. Dan 10–20 tahun terakhir biasanya nomor satu penyumbang inflasi adalah beras. Ini selesai,” ujar Amran di Kementerian Pertanian, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pada sektor energi, pemerintah menegaskan komitmen menghentikan impor solar melalui pengembangan biodiesel berbasis sawit B50. Produksi biofuel tersebut ditargetkan mencapai 5,3 juta ton tahun ini, sehingga kebutuhan energi dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Tak hanya itu, pemerintah juga mulai mendorong pengembangan bioetanol melalui program E20, yakni campuran 20% etanol dalam bensin. Bahan bakunya berasal dari komoditas lokal seperti jagung, ubi, dan tebu, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. “Kita bisa menjadi pemain utama di dunia. Khususnya pangan dan energi,” kata Amran.

Selain energi dan pangan, hilirisasi juga menyasar sektor peternakan, khususnya industri ayam. Pemerintah berupaya mengurangi dominasi segelintir pelaku usaha besar dengan memperkuat peran negara melalui BUMN dalam penyediaan pakan, vaksin, dan DOC (day-old chick). Nilai ekonomi sektor pakan ayam sendiri diperkirakan mencapai Rp 500 triliun hingga Rp 600 triliun.

Menurut Amran, langkah ini bertujuan memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata kepada masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sektor peternakan nasional.

“Juga hilirisasi ayam. Jangan hanya monopoli 2–3 orang. Tetapi pakan untuk ayam yang nilainya kurang lebih Rp 500 triliun sampai Rp 600 triliun,” ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Krisis Minyak karena Perang Iran, Mobil Bensin Tekor 5 Kali dari EV

Krisis Minyak karena Perang Iran, Mobil Bensin Tekor 5 Kali dari EV

OTOTEKNO
Dampak Perang Iran, Ini Kondisi Prihatin di Negara-negara Asia

Dampak Perang Iran, Ini Kondisi Prihatin di Negara-negara Asia

INTERNASIONAL
Negara Ini Bisa Jadi yang Pertama Kehabisan BBM Akibat Perang Iran

Negara Ini Bisa Jadi yang Pertama Kehabisan BBM Akibat Perang Iran

INTERNASIONAL
Harga BBM Ditahan, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

Harga BBM Ditahan, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

MULTIMEDIA
Peran Kunci Pertamina Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Perang Iran

Peran Kunci Pertamina Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Perang Iran

EKONOMI
Dilema Harga BBM, Antara Beban Fiskal dan Daya Beli Masyarakat

Dilema Harga BBM, Antara Beban Fiskal dan Daya Beli Masyarakat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT