Krisis Energi, Etanol Dikebut Gantikan Pertamax dan Pertalite
Senin, 30 Maret 2026 | 16:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah krisis energi global, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembuatan campuran etanol dengan bensin hingga 20% (E20). Nantinya, bahan bakar tersebut bisa digunakan untuk menggantikan BBM RON 92 Pertamax dan RON 90 Pertalite.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan pemerintah mempercepat pengembangan biofuel sesuai arahan Presiden. Terlebih saat ini ada perang Iran-Israel yang memengaruhi pasokan minyak global.
“Mimpi kita E20, ethanol campuran bensin 20% dari jagung, ubi, dan tebu. Iya, itu menggantikan (Pertalite dan Pertamax), itu belum mobil listrik. Tetapi itu kementerian lain, yang kita bahas adalah energi dari biofuel,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Amran memastikan Indonesia bisa memproduksi bahan baku dalam negeri termasuk dari tetes tebu atau molases yang menjadi salah satu komoditas ekspor. Nantinya akan dibahas lebih lanjut dan akan melibatkan BUMN pangan.
“Bahan baku kita yang kita ekspor, itu ada 1 juta ton itu molases, tetes (tebu). Nah tadi kita, minggu depan sudah kita tetapkan. Sudah tetapkan masing-masing BUMN pangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga membeberkan permintaan Presiden Prabowo memberikan arahan untuk melanjutkan program biodiesel sawit, supaya bisa menghentikan impor solar. Hal itu diperlukan melihat situasi perang ini untuk Indonesia mewujudkan swasembada pangan dan energi.
“Kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu 5,3 juta ton. Itu tahun ini kita tidak impor. Dan itu selesai. Nah ini kita kencang. Ini ada hikmah. Kondisi geopolitik yang memanas itu ada hikmahnya bagi Indonesia,” tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




