ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Antrean Panjang di SPBU Cikini Dipicu Isu Kenaikan Harga BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB
D
IC
Penulis: Dayat | Editor: CAH
Antrean kendaraan terlihat memadati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 31 Maret 2026 dpicu isu kenaikan harga BBM.
Antrean kendaraan terlihat memadati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 31 Maret 2026 dpicu isu kenaikan harga BBM. (Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Antrean kendaraan terlihat memadati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/3/2026) pagi. Kepadatan bahkan meluas hingga ke bahu jalan setelah muncul kabar mengenai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam waktu dekat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga keluar area SPBU dan memenuhi sebagian ruas Jalan Cikini Raya. Panjang antrean diperkirakan mencapai lebih dari 500 meter.

Lonjakan jumlah pengendara yang mengisi bahan bakar diduga dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap informasi yang beredar di media sosial terkait kenaikan harga BBM. Sejumlah warga memilih mengisi penuh tangki kendaraan sebagai langkah antisipasi.

ADVERTISEMENT

Salah satu pengendara mobil, Sapto, mengaku sengaja datang lebih awal untuk menghindari kemungkinan kenaikan harga bahan bakar.

“Saya mendapat informasi dari media sosial soal rencana kenaikan BBM. Jadi, saya memilih mengisi penuh agar pengeluaran tidak semakin besar,” ujarnya.

Dampak isu tersebut juga dirasakan oleh para pengemudi ojek online (ojol). Mereka mengkhawatirkan kenaikan harga BBM akan menambah beban operasional, sementara tarif perjalanan belum mengalami penyesuaian.

Seorang pengemudi ojol, Budi, menyebut kondisi ini berpotensi menekan pendapatan harian.

“Jika BBM naik tetapi tarif tidak berubah, tentu penghasilan kami bisa berkurang karena biaya operasional meningkat,” katanya.

Selain dipicu isu kenaikan harga BBM, sebagian masyarakat juga mengaitkan potensi penyesuaian harga dengan situasi geopolitik global. Ketegangan di kawasan Selat Hormuz, yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dinilai berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, agar tidak semakin membebani kondisi ekonomi saat ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BBM Batal Naik 1 April, DPR Pastikan Pembelian Pertalite Tak Dibatasi

BBM Batal Naik 1 April, DPR Pastikan Pembelian Pertalite Tak Dibatasi

EKONOMI
Amran Dorong BUMN Pangan Hilirisasi Biofuel hingga Ayam

Amran Dorong BUMN Pangan Hilirisasi Biofuel hingga Ayam

EKONOMI
Krisis Energi, Etanol Dikebut Gantikan Pertamax dan Pertalite

Krisis Energi, Etanol Dikebut Gantikan Pertamax dan Pertalite

EKONOMI
Segini Harga BBM Subsidi Versi Ekonom Saat Minyak Dunia Naik

Segini Harga BBM Subsidi Versi Ekonom Saat Minyak Dunia Naik

EKONOMI
Harga BBM Thailand hingga Filipina Kompak Naik, Bagaimana Indonesia?

Harga BBM Thailand hingga Filipina Kompak Naik, Bagaimana Indonesia?

EKONOMI
BBM Langka di Australia, 500 SPBU Kehabisan Stok

BBM Langka di Australia, 500 SPBU Kehabisan Stok

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT