Paskah 2026 Lebih dari Sekadar Ibadah, Ini Berbagai Tradisi di Dunia
Sabtu, 4 April 2026 | 07:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perayaan Paskah 2026 semakin dekat. Tahun ini, Minggu Paskah jatuh pada 5 April 2026, didahului oleh Jumat Agung pada 3 April.
Sebagai salah satu hari raya terpenting dalam kalender Kristen, Paskah diperingati di berbagai penjuru dunia dengan cara yang beragam, mencerminkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Setiap wilayah memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan Paskah. Perbedaan ini terlihat dari simbol, ritual, hingga hidangan khas yang disajikan. Berikut ini ragam tradisi unik Paskah dari berbagai negara.
Ragam Tradisi Unik Paskah dari Berbagai Penjuru Dunia
Australia
Di Australia, Paskah berlangsung saat musim gugur. Suasana perayaan terasa berbeda dibanding negara di belahan bumi utara yang sedang menikmati musim semi.
Gereja dihiasi rangkaian bunga, sementara nyanyian himne mengiringi ibadah Minggu Paskah. Anak-anak saling bertukar telur Paskah berbahan cokelat atau gula, bahkan beberapa di antaranya berisi mainan kecil.
Keunikan utama terletak pada penggunaan bilby sebagai pengganti kelinci Paskah. Bilby merupakan hewan marsupial asli Australia yang terancam punah.
Gagasan ini diperkenalkan pada 1991 oleh Nicholas Newland dari Foundation for Rabbit-Free Australia sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak lingkungan akibat kelinci liar dari Eropa sejak abad ke-19.
Produsen cokelat turut mendukung dengan memproduksi cokelat berbentuk bilby dan menyisihkan sebagian keuntungan untuk konservasi. Selain itu, Sydney Easter Show di Sydney Olympic Park menjadi salah satu acara terbesar yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun.
Brasil
Sebagai negara dengan populasi Katolik terbesar di dunia, Brasil merayakan Paskah dengan penuh semarak. Pekan Suci diawali dengan tradisi menganyam daun palem menjadi bentuk salib, spanduk, dan huruf.
Pada kota-kota tua, pesta rakyat atau fiesta digelar meriah. Sambodromo menjadi salah satu pusat perhatian dengan jalur parade sepanjang 700 meter yang dipadati warga dan wisatawan. Festival Kemanusiaan bernuansa religius juga turut memeriahkan suasana.
Kelompok kecil bernama blocos atau bandas turun ke jalan untuk bernyanyi dan menari bersama. Tradisi unik lainnya adalah pembakaran boneka Yudas Iskariot di jalanan sebagai simbol penolakan terhadap pengkhianatan.
Di meja makan, hidangan seperti pacoca, telur Paskah cokelat, dan kue cincin Paskah menjadi sajian utama. Selama masa ini, daging tidak dikonsumsi.
Italia
Italia menyambut Paskah di tengah mekarnya musim semi, dari Pegunungan Alpen hingga wilayah pesisir selatan. Ungkapan “Natale con i tuoi, Pasqua con chi vuoi” menggambarkan suasana Paskah yang terbuka dan penuh kebersamaan.
Hidangan khas, seperti frittata, agnellino atau domba panggang, serta roti colomba berbentuk merpati menjadi bagian penting dalam perayaan keluarga. Di Roma, Paus memimpin prosesi Jalan Salib pada Jumat Agung.
Sementara di Firenze, tradisi “scoppio del carro” menjadi atraksi utama. Kereta mewah yang ditarik sapi putih diarak menuju misa sebelum kembang api dan roket berbentuk merpati dinyalakan.
Tradisi telur cokelat berhadiah juga menjadi ciri khas Italia. Di dalamnya terdapat sorpresa berupa berbagai kejutan, mulai dari mainan hingga barang berharga. Lilin Paskah atau Paschal candle dinyalakan pada malam vigili Sabtu Suci sebagai simbol terang yang mengalahkan kegelapan.
Yunani
Umat Kristen Ortodoks Yunani menyebut Pekan Suci sebagai Megali Evdomada. Pada Jumat Agung, ikon Kristus diturunkan dari salib, dibungkus kain linen, lalu ditempatkan dalam peti berhias bunga dan diarak keliling kota.
Telur dicat merah sebagai lambang darah Kristus. Tradisi Tsougrisma juga dilakukan dengan cara saling mengetukkan telur sambil mengucapkan “Christos Anesti”. Pemenang permainan dipercaya memperoleh keberuntungan sepanjang tahun.
Polandia
Polandia memiliki tradisi Paskah yang kaya dan berwarna. Telur hias yang disebut pisanki dibuat dengan teknik khusus, termasuk perebusan bersama kulit bawang untuk menghasilkan warna merah tua.
Hidangan khas, seperti sosis, sup lobak, daging babi asap, serta kue tradisional, seperti babka, mazurek, dan sernik menjadi bagian penting dalam perayaan. Tradisi Keranjang Paskah pada Sabtu Suci menjadi ciri khas utama.
Keranjang berlapis kain putih dihiasi daun, diisi dengan pisanki, sosis, garam, roti, dan kue domba, lalu dibawa ke gereja untuk diberkati. Seminggu sebelum Paskah, Minggu Palma dirayakan dengan membawa ranting willow yang dihias pita warna-warni.
Puncak perayaan terjadi saat Smigus-Dyngus atau Wet Monday, di mana orang saling menyiram air sebagai simbol kesuburan dan kesehatan.
Jerman
Di Jerman, tradisi Osterfeuer atau api unggun Paskah menjadi momen yang dinanti. Pada malam sebelum Minggu Paskah, masyarakat berkumpul menyalakan api unggun besar sebagai simbol cahaya yang mengalahkan kegelapan serta perpisahan dengan musim dingin.
Tradisi ini berasal dari ritual suku Jermanik kuno yang kemudian diadopsi dalam perayaan Kristen pada Abad Pertengahan. Saat ini, Osterfeuer berkembang menjadi pesta rakyat dengan barbekyu, tenda bir, dan pertunjukan musik.
Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, Paskah identik dengan perayaan keluarga yang meriah. Tradisi berburu telur Paskah menjadi kegiatan yang paling populer, yang mana telur dihias lalu disembunyikan untuk dicari bersama.
Tradisi lain adalah pohon telur Paskah atau Ostereierbaum yang berasal dari Jerman. Telur yang telah dikosongkan isinya dihias dan digantung pada ranting pohon menggunakan pita.
Tradisi ini pernah populer di New York pada 1890-an dan masih dipraktikkan di beberapa wilayah seperti Pennsylvania dan Appalachia.
Prancis
Di Kota Bessières, Prancis, ribuan orang berkumpul setiap Senin Paskah untuk menyaksikan pembuatan omelet raksasa dari sekitar 15.000 butir telur. Para juru masak dari Brotherhood of the Giant Omelette mengolah telur dalam wajan besar di alun-alun kota, menggunakan sendok kayu berukuran besar di atas api terbuka.
Tradisi ini dikaitkan dengan Napoleon Bonaparte yang pernah menikmati hidangan telur di daerah tersebut. Ia kemudian meminta dibuatkan omelet dalam jumlah besar untuk seluruh pasukannya.
Paskah 2026 tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga menghadirkan beragam tradisi unik dari berbagai belahan dunia. Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam merayakan, mulai dari simbol, ritual, hingga kuliner khas.
Keberagaman ini memperlihatkan kekayaan budaya global yang tetap berakar pada makna yang sama, yaitu perayaan atas kebangkitan Yesus Kristus serta harapan baru bagi umat manusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




