Lebih Murah dan Efisien, BPH Migas Dorong Pemanfaatan Luas Jargas
Kamis, 2 April 2026 | 16:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komite BPH Migas Hasbi Anshory mengatakan, penggunaan jaringan gas bumi (jargas) semakin memberikan manfaat nyata bagi rumah tangga maupun pelaku usaha. Selain lebih hemat, jargas juga dinilai praktis dan ramah lingkungan.
"Jargas ini terbukti lebih efisien, tidak perlu antre, dan mampu menghemat pengeluaran rumah tangga. Ini juga membantu negara dalam mengurangi beban subsidi LPG," ujar Hasbi dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan jargas sebagai alternatif energi, sekaligus mempercepat perluasan jaringan. Hasbi juga mengajak masyarakat yang mampu untuk melakukan pemasangan mandiri agar pengembangan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.
"Jargas yang dibangun menggunakan APBN diutamakan untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu. Kalau kita berharap pembangunan jargas ditanggung semua oleh negara yang anggarannya terbatas, maka pengembangannya tidak bisa cepat," jelasnya saat meninjau fasilitas jargas di Kota Jambi.
Pengalaman pengguna juga menunjukkan efisiensi yang signifikan. Kevindra Try Nugraha, pemilik rumah makan di Jambi, mengaku pengeluaran bahan bakar turun drastis setelah beralih ke jargas.
"Saya rasa semua pengusaha makanan dan minuman harus menggunakan jargas. Di awal, biaya memasangnya memang cukup besar, tapi selanjutnya kalau kita hitung, secara akumulatif jadi lebih murah. Mungkin 3-4 bulan sudah kembali modal. Secara jangka panjang pasti akan jauh lebih baik," ujarnya.
Sebelumnya, biaya operasional bahan bakar di restorannya mencapai Rp 16 juta-Rp 17 juta per bulan, tetapi kini turun menjadi sekitar Rp 8 juta-Rp 10 juta, atau hemat hingga 50%-60%.
Selain pelaku usaha, manfaat juga dirasakan oleh rumah tangga. M Silaban, warga Jambi, mengaku hanya mengeluarkan Rp 60.000-Rp 70.000 per bulan untuk jargas, jauh lebih murah dibandingkan LPG 12 kg yang bisa mencapai Rp 200.000.
Ia juga menilai penggunaan jargas lebih praktis karena tidak perlu mengganti tabung atau khawatir kehabisan gas.
Hasbi menambahkan, jargas juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Gas bumi memiliki berat jenis lebih ringan dibanding LPG sehingga cepat menguap saat terjadi kebocoran.
"Mari kita bersama-sama menyosialisasikan jargas ini. Berdasarkan hasil dialog dengan warga, masih ada yang takut menggunakan jargas. Padahal, gas bumi ini sangat aman. Berat jenisnya lebih kecil dari LPG, sehingga gasnya langsung menguap. Jargas ini aman, jadi perlu disosialisasikan bahwa jargas itu aman dan murah. Itu yang perlu kita ingat," katanya.
Di Kota Jambi, saat ini telah terbangun sekitar 13.000 sambungan rumah jargas yang bersumber dari APBN. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 28.000 sambungan pada 2026, seiring pembangunan tambahan 15.000 sambungan baru.
Pasokan gas berasal dari PHE Jambi Merang, sementara pengelolaan jargas dilakukan oleh PT Pertagas Niaga bekerja sama dengan BUMD setempat.
Sementara, Manajer Infrastruktur Jargas Pertagas Niaga Dwi Wahyono mengatakan biaya pemasangan mandiri berkisar Rp 4,5 juta, tergantung panjang jaringan pipa ke rumah pelanggan.
"Kami akan terus melakukan sosialisasi mengenai manfaat jargas agar lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha yang menggunakan jargas," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




