ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Soal UMP, Buruh Akan Realistis

Selasa, 3 September 2013 | 12:25 WIB
BW
AB
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: AB
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Wea (kiri) bersama Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Wea (kiri) bersama Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan pihaknya bersikap realistis terhadap wacana kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun depan. Saat ini belum saatnya membahas kenaikan UMP untuk tahun 2014, mengingat kondisi ekonomi belum stabil. Selain itu, pihaknya tidak akan memaksakan kehendak menuntut kenaikan UMP yang terlalu tinggi dengan melihat kondisi dunia usaha yang saat ini tengah terbelit kesulitan.

Tuntutan sebagian elemen serikat buruh yang menghendaki agar UMP di DKI Jakarta dinaikkan dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 3,7 juta per bulan, menurutnya, mustahil dipenuhi.

"Untuk saat ini, sangat tidak mungkin menuntut UMP naik menjadi Rp 3,7 juta per bulan. Itu bisa membuat perusahaan gulung tikar, dan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran," ujarnya di Jakarta, Senin (2/9).

Dia mengungkapkan kenaikan UMP di DKI Jakarta tahun ini sebesar 40 persen menjadi Rp 2,2 juta, berdampak pada PHK terhadap 60.000 buruh. "Bisa dibayangkan, berapa banyak lagi yang di-PHK kalau UMP harus naik sebesar itu di tengah ekonomi yang sulit," tandasnya.

ADVERTISEMENT

Andi menegaskan, pihaknya tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dihadapi dunia usaha nasional saat ini, yang antara lain menghadapi tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang berimbas pada kenaikan harga bahan baku.

"Jika buruh bersikeras akan banyak perusahaan yang gulung tikar," ujar Andi, yang juga ketua Presidium Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) ini. MPBI terdiri dari tiga elemen serikat buruh, yakni KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal, dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) pimpinan Mudhofir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

NASIONAL
Prabowo Bawa Banyak Kado untuk Buruh pada May Day 2026, Apa Saja?

Prabowo Bawa Banyak Kado untuk Buruh pada May Day 2026, Apa Saja?

NASIONAL
Nasib Buruh 2026 Berubah, UMP Naik 9 Persen dan Subsidi Digelontorkan

Nasib Buruh 2026 Berubah, UMP Naik 9 Persen dan Subsidi Digelontorkan

MULTIMEDIA
Skema Keamanan Polisi Hadapi Hari Buruh 2026 di Monas

Skema Keamanan Polisi Hadapi Hari Buruh 2026 di Monas

JAKARTA
Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Gejolak Ekonomi Global

NASIONAL
Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Global

Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Global

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon