ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hindari "Overfishing", Kadin Imbau Tingkatkan Budi Daya Ikan Laut

Kamis, 10 Oktober 2013 | 15:34 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Ilustrasi hasil tangkapan nelayan Indonesia
Ilustrasi hasil tangkapan nelayan Indonesia (Antara/Asep Fathulrahman)

Jakarta - Dalam era open market, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perikanan dan Kelautan menilai, pengendalian perikanan tangkap dan pengembangan perikanan budi daya harus terus didorong untuk menghindari overfishing, sehingga stakeholder diharapkan dapat menerapkan praktik perikanan yang berkelanjutan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto di Jakarta, Kamis (10/10) mengatakan, Indonesia sudah bisa ekspor, dan itu cukup membanggakan. Sekarang tinggal bagaimana menjaga agar itu bisa berkelanjutan. "Jika tidak ada pengendalian, stok ikan juga bisa terancam," kata Yugi Prayanto.

Berdasarkan data yang dihimpun Kadin Indonesia, dalam tiga tahun terakhir, realisasi ekspor hasil perikanan Indonesia terus meningkat. Pada 2010 nilainya mencapai US$ 2,86 miliar, naik menjadi US$ 3,52 miliar pada 2011 dan US$3,85 miliar pada 2012.

Lebih jauh, melihat tren ekspor perikanan yang membaik, pihaknya berharap hal tersebut bisa sejalan dengan tingkat kesejahteraan nelayan. "Saya kira percuma jika omzet kita bertambah, tapi kesejahteraan nelayan tidak ikut bertambah," ungkap Yugi. Dia meminta, hal tersebut bisa menjadi perhatian bersama antara para pelaku perikanan dan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Terkait masalah overfishing, Yugi mengimbau agar program budi daya ikan laut bisa menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan karena dalam kondisi sekarang langkah tersebut masih terbilang minim. Kadin mencatat, potensi budidaya laut mencapai 8.363.501 hektare (ha), tetapi realisasi hanya sekitar 74.543 ha. "Peta jalan khusus untuk budi daya ikan laut harus jelas, agar gambarannya juga jelas sehingga lebih mudah untuk dilakukan," kata dia.

Sebelumnya, dalam kunjungan lapangan ke kawasan pelabuhan perikanan Benoa di Bali, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menyampaikan pentingnya praktik perikanan berkelanjutan. Pasalnya, kondisi perikanan tangkap dunia saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. "Di AS juga terjadi penurunan jumlah tangkapan ikan, misalnya di wilayah New England, AS bagian Timur Laut. Untuk itu, praktik perikanan tangkap yang berkelanjutan menjadi sangat penting," ujar Kerry, Minggu (6/10).

Kunjungan Menlu AS tersebut dilakukan guna memastikan kualitas dan kecukupan pasokan produk perikanan Indonesia yang diekspor ke AS. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekspor tuna, cakalang, dan skipjack dari Indonesia ke AS mencapai US$71,37 juta pada 2011 dan US$91,35 juta pada 2012 dan volumenya berkisar 14.000-20.000 ton per tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

EKONOMI
Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

EKONOMI
Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

EKONOMI
Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

EKONOMI
Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

EKONOMI
BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon