Cetak Biru Asuransi Mikro, Permudah Pemasaran Langsung
Rabu, 16 Oktober 2013 | 18:59 WIB
Jakarta - Dalam waktu yang tidak lama lagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan cetak biru (blue print) tentang asuransi mikro. Sejumlah pelaku asuransi jiwa menilai lahirnya cetak biru ini bisa memudahkan pemasaran asuransi mikro langsung ke individunya.
Direktur Pemasaran PT Asuransi Jiwasraya (Persero) De Yong Adrian mengatakan, selama ini pemasaran asuransi mikro Jiwasraya baru melalui Koperasi dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Perseroan belum bisa memasarkan langsung ke individu karena permasalahan kolektivitas dan pengelolaan administrasi perusahaan.
"Kami takut langsung memasarkan ke individu karena permasalahan kolektivitas,"jelas De Yong di Jakarta, Rabu (16/10).
De Yong mengungkapkan, pemasaran yang dilakukan Jiwasraya melalui komunitas membuat proses underwriting dan sistem IT berjalan lebih sederhana. Akibatnya, pricing yang diberikan bisa lebih murah.
Sampai sejauh ini, ada empat LKM yang menjadi mitra Jiwasraya, yaitu Credit Union, Koperasi Wanita Indonesia (Kopwani), Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan PT Penanaman Nasional Madani (Persero).
Secara total, tahun ini, perseroan menargetkan premi bruto dari asuransi mikro bisa mencapai Rp 360 miliar atau berkontribusi 5% dari total perseroan yang ditargetkan mencapai Rp 7,2 triliun. Sedangkan tahun lalu, premi bruto yang dikumpulkan mencapai sekitar Rp 300 miliar atau mencapai 5% dari total premi yaitu Rp 5,7 triliun.
Asuransi jiwa lain yang juga memasarkan asuransi mikro melalui LKM adalah PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Head of Emerging Consumers Business Allianz Life Indonesia Edi Yoga Prasetyo mengatakan, sampai saat ini perseroan sudah menggandeng terdiri dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Koperasi, dan perusahaan modal ventura.
"LKM yang kami gandeng saat ini sudah tersebar di Sumatera, Pekanbaru, Jambi, Lampung, Bali, Papua dan Kalimantan,"ungkapnya.
Adanya cetak biru ini diharapkan bisa memberikan standarisasi dan keseragaman mengenai permasalahan ini. Sehingga pelaku industri lebih berani memasarkan langsung ke individu.
Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Benny Waworuntu mengatakan, lahirnya cetak biru asuransi mikro merupakan hal yang ditunggu oleh seluruh pelaku asuransi jiwa. Selama ini AAJI menjadi salah satu pihak yang mendesak OJK untuk segera mengeluarkan cetak biru ini. Adanya Cetak biru ini diharapkan bisa menjadi parameter akan penerapan asuransi mikro.
Sampai sejauh ini, Benny menyebutkan sekitar 20% dari anggota AAJI sudah memiliki produk asuransi jiwa. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring dengan lahirnya cetak biru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




