Petrokimia Gresik Operasikan Pabrik Baru di Triwulan II-2014
Kamis, 2 Januari 2014 | 09:30 WIB
Gresik - PT Petrokimia Gresik (PKG) menargetkan pabrik baru Asam Fosfat yang mulai dibangun akhir 2010 bersama Jordan Phospate Mines Co. Ltd (JPMC), bisa dioperasikan pada triwulan II 2014 mendatang. Pabrik dengan investasi sekitar US$200 juta dan berkapasitas 200 ribu ton per tahun itu, akan memenuhi kebutuhan fosfat sebagai bahan baku pupuk berbasis fosfat seperti SP-36 dan NPK (Phonska).
Dirut PKG, Hidayat Nyakman mengatakan, pabrik baru asam fosfat yang merupakan pabrik patungan (joint-venture) antara PKG dengan JPMG itu, akan menjadi salah satu proyek yang ditarget selesai pembangunannya di tahun 2014.
Pabrik itu, kata dia, dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produk pupuk berbasis fosfat untuk memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri dan juga pasar ekspor. Selain itu, keberadaan pabrik itu juga diharapkan bisa membantu PKG dalam memangkas beban biaya yang ditimbulkan dari impor bahan baku tersebut, terlebih lagi pada saat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar seperti sekarang.
"Dukungan pabrik baru pabrik asam fosfat hasil joint venture dengan JPMC ini juga nantinya akan bisa memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan kita di tahun 2014," ujarnya saat acara "Tasyakuran Tutup Tahun 2013" di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.
PKG dan JPMG, perusahaan tambang batuan fosfat dari Jordan yang selama ini memasok kebutuhan batuan fosfat untuk pabrik Asam fosfat milik PKG, mulai merintis kerjasama untuk membangun pabrik patungan itu sejak 2007.
Sebelum dilaksanakan penandatanganan Join Venture Agreement awal Januari 2010, kedua belah pihak juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk satu diantaranya adalah studi kelayakan awal. Pembangunan proyek mulai dilakukan pada akhir 2010 setelah keduanya sepakat membentuk anak perusahaan, PT Petro Jordan Abadi, dengan porsi kepemilikan saham 50:50.
Selain itu, menurut Hidayat, PKG juga akan menyelesaikan proyek perluasan (revamping) Pabrik Asam Fosfat senilai US$ 160 juta dan berkapasitas produksi 200 ribu ton per tahun yang pembangunannya sudah dimulai awal 2013 lalu. Selain Asam Fosfat, proyek ini juga meliputi pendirian pabrik Asam Sulfat berkapasitas 600 ribu ton per tahun dan Purifikasi Gypsum berkapasitas 600 ribu ton per tahun serta Service Unit dan Effluent Treatment.
"Perluasan Pabrik Asam Fosfat ini akan menjamin suplai asam fosfat dan menghemat devisa negara karena mengurangi jumlah impor," tandasnya.
Selama ini, untuk memproduksi 2,8 juta ton NPK Phonska per tahun, PKG membutuhkan pasokan asam fosfat sebanyak 600 ribu ton sebagai bahan baku. Sementara pabrik asam fosfat yang sudah dimiliki sekarang hanya mampu memberi sumbangan asam fosfat sebanyak 200 ribu ton per tahun sesuai kapasitas produksinya.
Untuk menutup kekurangan pasokan asam fosfat sebanyak 400 ribu ton, PKG harus mendatangkannya dari berbagai negara penghasil asam fosfat, selain Jordania juga dari Afrika Selatan, Filipina dan India.
Direktur Komersil PKG, T. Nugroho Purwanto menambahkan, pelemahan rupiah terhadap dolar sangat berpengaruh pada kenaikan biaya impor asam fosfat. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir harga asam fosfat di pasar dunia juga terus meningkat sejalan dengan kebutuhan asam fosfat di pasar global.
"Dengan pengoperasian pabrik asam fosfat baru hasil joint venture dengan JPMC, upaya kita untuk menghemat biaya produksi untuk meningkatkan daya saing di pasar bebas kedepan bisa tercapai," terang dia.
Nugroho juga mengemukakan rencananya pabrik asam fosfat akan dioperasikan pada triwulan II 2014, sehingga di tahun sama kontribusi pabrik itu pada pendapatan PKG sudah terlihat. "Selain produksi asam fosfat 200 ribu ton, pabrik itu juga akan menghasilkan produk sampingan. Ini tentunya juga akan memberi tambahan bagi pendapatan PKG kedepan," katanya.
Berdasarkan studi kelayakan proyek, pabrik baru asam fosfat itu per tahun akan mampu menghasilkan asam phosporic sebanyak 200.000 ton, 600.000 ton asam sulfat dan 500.000 ton gipsum granulasi. Untuk mendukung produksi, dibutuhkan sekitar 770.000 ton batu fosfat dan 200.000 ton belerang per tahun.
Hidayat menambahkan, sejalan dengan penyelesian pabrik asam fosfat itu PKG juga akan menyelesaikan proyek uprating Instalasi Penjernihan Air yang berada di daerah Gunung Sari Surabaya untuk meningkatkan kapasitas produksi per jam dari sekarang 720 meter kubik menjadi 3.800 meter kubik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




