2011, Window Dressing Diperkirakan Kembali Terjadi
Kamis, 8 Desember 2011 | 19:38 WIB
Sejak awal Desember windows dressing sudah terjadi pada beberapa saham unggulan.
Aksi windows dressing (penataan portofolio) yang kerap dilakukan di pengujung tahun diperkirakan kembali terjadi di akhir tahun ini. Hal tersebut tentu saja akan mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir 2011.
"Para manajer investasi (MI) tentu ingin mempercantik portofolio mereka," kata Kepala Riset PT Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, indikasi adanya aksi windows dressing di akhir tahun ini terlihat dari rendahnya pergerakan IHSG dalam beberapa waktu belakangan ini. Sejak awal Desember menurutnya, windows dressing sudah terjadi pada beberapa saham unggulan. "Kenaikan indeks yang sempat menyentuh 3.800 dari 3.600 di November, merupakan dampak dari aktifitas tersebut," ujarnya.
Windows dressing banyak dilakukan MI atau pun emiten untuk mempercantik harga saham di akhir tahun. MI tentu ingin menghasilkan kenaikan valuasi saham yang optimal.
Selain itu, pemicu windows dressing disebabkan beberapa hal, antara lain spekulasi kinerja emiten di akhir tahun ini yang diperkirakan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, positifnya data-data ekonomi menjelang akhir tahun, hingga pola anomali pasar saham yang secara historis sering terulang dan menjadi sebuah kebiasaan.
Faktor self-fulfilling prophecy (kebiasaan umum yang selalu dipercaya terjadi) pun juga menambah kuatnya peluang window dressing di akhir tahun.
Sementara Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan menambahkan, windows dressing merupakan aktifitas yang umum terjadi di pengujung tahun. Aktifitas itu, membantu mendorong kenaikan IHSG secara signifikan.
Meski begitu, windows dressing tidak selalu terjadi setiap tahun. Untuk tahun ini, dia melihat pola-pola kenaikan pada sejumlah saham memang menunjukan aktifitas windows dressing.
Haryajid memperkirakan dengan adanya windows dressing IHSG akan ditutup di level 3850-3875.
Aksi windows dressing (penataan portofolio) yang kerap dilakukan di pengujung tahun diperkirakan kembali terjadi di akhir tahun ini. Hal tersebut tentu saja akan mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir 2011.
"Para manajer investasi (MI) tentu ingin mempercantik portofolio mereka," kata Kepala Riset PT Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, indikasi adanya aksi windows dressing di akhir tahun ini terlihat dari rendahnya pergerakan IHSG dalam beberapa waktu belakangan ini. Sejak awal Desember menurutnya, windows dressing sudah terjadi pada beberapa saham unggulan. "Kenaikan indeks yang sempat menyentuh 3.800 dari 3.600 di November, merupakan dampak dari aktifitas tersebut," ujarnya.
Windows dressing banyak dilakukan MI atau pun emiten untuk mempercantik harga saham di akhir tahun. MI tentu ingin menghasilkan kenaikan valuasi saham yang optimal.
Selain itu, pemicu windows dressing disebabkan beberapa hal, antara lain spekulasi kinerja emiten di akhir tahun ini yang diperkirakan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, positifnya data-data ekonomi menjelang akhir tahun, hingga pola anomali pasar saham yang secara historis sering terulang dan menjadi sebuah kebiasaan.
Faktor self-fulfilling prophecy (kebiasaan umum yang selalu dipercaya terjadi) pun juga menambah kuatnya peluang window dressing di akhir tahun.
Sementara Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan menambahkan, windows dressing merupakan aktifitas yang umum terjadi di pengujung tahun. Aktifitas itu, membantu mendorong kenaikan IHSG secara signifikan.
Meski begitu, windows dressing tidak selalu terjadi setiap tahun. Untuk tahun ini, dia melihat pola-pola kenaikan pada sejumlah saham memang menunjukan aktifitas windows dressing.
Haryajid memperkirakan dengan adanya windows dressing IHSG akan ditutup di level 3850-3875.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




